Siak (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom dalam arahannya di hadapan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Siak, pada Senin, (25/03/19), bertempat di Aula Kankemenag Siak, kembali menyempaikan 3 pesan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) saat beliau mengikuti Rakornas beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan tiga pesan kepada peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama (Rakernas Kemang) tahun 2019. “Secara khusus saya berpesan kepada peserta Rakernas harus betul-betul mengantongi tiga matra yang harus menjadi ruh di jiwa kita, yaitu moderasi, kebersamaan dan integrasi data,” katanya saat membuka Rakernas Kemenag Tahun 2019 dengan tema ‘Moderasi Beragama dan Kebersamaan Umat’ yang berlangsung pada 23-25 Januari 2019 di Jakarta.
Drs. H. Muharom menyampaikan bahwa moderasi adalah lawan dari ektrem, pemahaman moderasi beragama sangat penting, kerena itu sesuatu yang semakin relevan untuk menyikapi di tengah-tengah kehidupan ini. “Moderasi beragama tak perlu lagi di ragukan, namun harus dikukuhkan dan diimplementasikan dalam kehidupan. Moderasi beragama sangat memiliki relevansi dan tingkat urgensi yang tinggi di tengah-tengah kehidupan kita ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang kebersamaan, karena itu sebagai pengikat dari agama satu dengan agama lainnya. “Kebersamaan juga sangat diperlukan, karena di tengah-tengah keberagaman yang semakin muncul di kehidupan kita, semakin keras dan tajamnya perbedaan di antara kita, maka kebersamaan menjadi pengikat, menjadi jambatan. Karena kita sama-sama umat beragama,” jelasnya.
Adapun yang ketiga, integrasi data agar jajaran Kemenag bisa meningkatkan kualitas kerja menjadi lebih baik lagi. “Pesan ketiga ini konteks internal Kemenag, saya ingin dalam meningkatkan kualitas kenerja dan kualitas pelayanan umat maka integrasi data menjadi sesuatu yang mutlak. Kemenag sebenarnya memiliki data yang sangat banyak, tinggal kita yang mengintegrasikan sehingga pendayagunaan dari data-data yang sangat besar bisa lebih optimal dan maksimal,” terangnya. (Hd)