Siak (Inmas) – Senin, (25/03/19), Saat Rakor bersama Kepala KUA se-Kabupaten Siak yang bertempat di Aula Kankemenag Siak, H. Zubir Efendi, M.Sh selaku Plt. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak menyampaikan pesan agar seluruh Ka KUA selalu update setiap informasi yang disampaikan oleh Kementerian Agama.
“Kami sangat berharap kepada Ka KUA agar kita tidak putus komunikasi terutama terkait tentang penyelenggaraan Ibadah Haji musim 1440 H/2019 M ini. Hal ini mengingat sering sekali informasi yang sebelumnya kita terima kemudian dalam waktu singkat kembali terjadi perubahan. Oleh sebab itu, kita harus saling meningkatkan sinergitas mulai dari pusat sampai kepada JCH,” ujarnya.
Dalam rakor bersama Ka KUA ini ada beberapa hal pokok yang dibahas seperti diantaranya masalah Visa Progresif, Pembiayaan Pembuatan Passport dan Biometrik. Zubir menjelaskan bahwa sesuai ketentuan dan sistem imigrasi Arab Saudi, jemaah yang sudah berhaji akan terkena biaya visa progresif. Tahun ini biayanya dibebankan kepada jemaah haji yang bersangkutan. Dia mengatakan visa progresif sejatinya sudah diberlakukan bagi jamaah Indonesia pada 2018 tapi biaya ditanggung melalui dana tidak langsung (indirect cost) hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah calon haji. Adapun nilai biaya visa progresif sebesar 2.000 Riyal Saudi atau sekitar Rp7,6 juta. Biaya visa tersebut dibayar bersamaan dengan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Zubir juga mengatakan tahun ini biaya pembuatan paspor juga menjadi tanggung jawab pribadi jemaah haji. Dengan begitu, tidak ada penggantian biaya pembuatan paspor yang selama ini dilakukan saat jemaah masuk asrama haji. Mengenai Biometrik, seperti diketahui pemerintah kerajaan Arab Saudi sudah menetapkan bahwa data biometrik adalah mandatory bagi siapa saja yang hendak mengajukan visa haji dan umrah untuk pemberangkatan jamaah per 17 Desember 2018.
“Mulai tahun ini, perekaman sidik jari dan verifikasi data biometrik calon jemaah haji dilakukan di embarkasi, tak lagi di bandara-bandara di Arab Saudi. Begini proses perekaman biometrik itu. Proses verifikasi yang dilakukan itu antara lain perekaman 10 sidik jari, perekaman wajah, dan perekaman mata. Calon jemaah yang sudah selesai diberi perlengkapan seperti alat pelindung diri, kemudian diminta antre untuk perekaman biometrik,” ujarnya. (Hd)