0 menit baca 0 %

Monitoring UAMBN-BK MTs Miftahul Huda, Kasi Penmad Tawarkan Program Tahfiz

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) Hari ini Kamis (21/03) merupakan hari kedua pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di seluruh Indonesia untuk satuan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Demikian juga halnya di MTs Miftahul Huda Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengk...

Bengkalis (Inmas) Hari ini Kamis (21/03) merupakan hari kedua pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di seluruh Indonesia untuk satuan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Demikian juga halnya di MTs Miftahul Huda Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, yang juga turut melaksanakan UAMBN Berbasis Komputer (BK) perdana di tahun ini.

 

Yang mana di hari pertama UAMBN-BK di MTs Miftahul Huda dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang siswa dengan ketersedian client sebanyak 8 unit, dan dibagi menjadi 2 sesi, pelaksanaan berjalan dengan lancar dan tertib. Namun di hari kedua ini terdapat pemandangan yang berbeda, yakni dengan adanya kunjungan khusus dan monitoring secara langsung pelaksanaan UAMBN-BK oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Bengkalis.

 

Kedatangan Kasi Penmad Drs. H. Khaidir disambut dengan gembira oleh kepala madrasah Rosiman, SP beserta majelis guru dan peserta didik, dan hal ini tentunya menjadi suatu motivasi dan semangat khususnya bagi peserta didik yang mengikuti ujian dalam menjawab soal-soal ujian.

 

Rosiman sangat senang dan merasa bangga, dengan kehadiran Kasi Penmad ke MTs Miftahul Huda, karena ini merupakan suatu penghargaan bagi dirinya selaku kepala madrasah dan juga bagi keluarga besar MTs Miftahul Huda. Menurutnya “dengan lokasi madrasah kami yang sangat jauh, dengan jarak tempuh sekitar 40 KM dari kota Duri dengan kondisi jalan yang bergelombang,  sangat tidak mungkin dikunjungi oleh pihak-pihak yang berkompeten dari Kementrian Agama, apalagi ini orang nomor satu di Kemenag Bengkalis untuk bidang Pendidikan Madrasah” tutur Rosiman.

 

Dalam arahannya H. Khaidir berpesan khususnya kepada peserta ujian bahwa “Kalianlah para generasi pengganti kami nantinya, terus semangat dalam belajar untuk menggapai cita-cita yang kalian impikan. Dan pelaksanaan UAMBN Berbasis Komputer ini merupakan bukti bahwa kita adalah madrasah hebat, dengan ditopang oleh para pendidik yang berkompeten dan berinovasi, maka madarasah ini akan menjadi lebih hebat dan bermartabat” tegasnya.

 

Selanjutnya H. Khaidir menambahkan bahwa “langkah-langkah kongkrit kita untuk mewujudkan madrasah hebat adalah mensingkronkan antara visi dan misi madrasah dengan program yang berjalan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ketika kita hadir di tengah masyarakat dengan program dan kemampuan peseta didik yang mencerminkan anak-anak madrasah, maka ini akan menjadi nilai jual yang tinggi terhadap madrasah  serta meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah” ungkap Khaidir.

 

Dengan kehadiran Kasi Penmad dalam melaksanakan monitoring kegiatan UAMBN-BK ini, tentunya tidak disia-siakan oleh Rosiman untuk berdiskusi terkait pengembangan pendidikan madrasah secara kolektif. Diawali dengan penyampaian laporan beberapa program yang sudah dijalankan secara kontiniu di MTs Miftahul Huda dengan langsung turun ke masyarakat.

 

Dari pemaparan program yang telah disampaikan tersebut, Kasi Penmad sangat mengapresiasi dengan memberikan “dua jempol” kepada kepala madrasah. Motivasi ekternal ini menjadikan pelengkap dari motivasi internal yang sudah dimiliki untuk mewujudkan madrasah menjadi hebat bermartabat.

 

Pada kesempatan tersebut, Kasi Penmad menawarkan, agar di kemudian hari MTs Miftahul Huda juga harus menghadirkan program tahfizt al-Qur’an minimal 5 juz dalam jangka waktu 3 tahun. Jika hal ini terwujud maka masyarakat tidak lagi menyekolahkan anaknya jauh-jauh keluar untuk belajar ilmu tahfiz. Sebab menurutnya di wilayah Tasik Serai ini sangat berpotensi untuk dihadirkan program yang demikian.

 

Rosiman menyambut baik program tersebut, menurutnya “program tahfiz al-Quran yang di tawarkan Kasi Penmad ini tentunya menjadikan motivasi dan tantangan bagi kami untuk merealisasikannya, dengan mempersiapkan tenaga pendidik yang berkompeten di bidangnya,  Insya Allah kami akan melaksanakan program tersebut di tahun ajaran 2019/2020 nantinya. Semoga dengan adanya program tersebut masyarakat lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya di Mts Miftahul Huda sesuai dengan visi madrasah kami yakni “al-Quran dan as-Sunnah” ungkap Rosiman. (rosi/tfk)