Kampar (Inmas) Di dunia ini, tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia , bahkan seluruh manusia, bilamana Allah tidak mencintainya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Syamsuatir MESy, dalam tausiyah pagi jum at (22/03/2019) dimushollah Miftahul Ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Syamsutir mengatakan, Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia, bahkan seluruh manusia membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sebab itulah Nabi Daud alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud alihis-salaam.
Dari Nabi shollallahu alaih wa sallam beliau bersabda: Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia. Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia. Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya. (HR Bukhary 5580)
Rasulullah shollallahu alaih wa sallam bersabda: Di antara doa Nabi Daud alihis-salaam ialah: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin. Dan bila Rasulullah shollallahu alaih wa sallam mengingat Nabi Daud alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah. (HR Tirmidzi 3412). Untuk itu, mari kita memohon cintanya Allah Swt, seperti do anya Nabi Daud As. (Ags/Usm)