Riau (Inmas) – Mengingat pentingnya mental dan mutu dan profesionalisme terhadap pelayanan dan kinerja di lingkungan Kemenag kepada masyarakat. Maka perlu kiranya perlu perbaikan demi perbaikan terhadap Pegawai Non PNS yang bertugas di lingkungan Kanwil Kemenag Riau. 64 orang pegawai Non PNS tersebut mendapat pembinaan dari Kakanwil Kemenag Riau di aula lantai II Kanwil Kemenag Riau, Selasa (26/03).
Mahyudin mengatakan pembinaan itu dilakukan bertujuan agar seluruh jajaran pegawai Non PNS baik dilingkungan Kemenag Riau senantiasa selalu meningkatkan mental yang baik, disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas. Pembinaan ini diprioritaskan kepada tiga komponen meliputi Cleaning Service, pramubakti dan security termasuk supir.
Ia menegaskan perlu adanya rasa nyaman, aman dan tentram dalam melaksanakan tugas. Mengingat anggaran yang dikeluarkan untuk CS, pramu bhakti dan security hampir berkisar 200 juta dalam 1 bulan. Apalagi Kanwil Kemenag Riau sudah menjadi sorotan dari Kemenag pusat karena tergolong memiliki pramu bhakti terbanyak di seluruh Kanwil yang ada di Indonesia, sebutnya.
“Ketika pramu bhakti ini banyak, para PNS kita yang berprofesi sebagai satpam atau supir akhirnya tidak maksimal dalam bekerja, namun saya juga tidak tega pramu bhakti yang ada sekarang ini dikurangi”, jelasnya. “Satu pekerjaan dikerjakan oleh 3 atau lima orang itu tentu tidak logis, seharusnya kan satu pekerjaan dikerjakan oleh satu orang”, sebutnya.
Untuk itu solusi terbaik adalah tahun 2019 dan seterusnya tidak ada lagi penambahan terhadap karyawan pramu bhakti maupun securty dan CS, kecuali ada kebijakan yang tak bisa dielakkan nantinya, sekarang manfaatkan tenaga yang ada dulu sekarang, sebutnya. “Fokuslah pada tugas masing masing”, pesannya.
Inspeksi mendadak yang baru saja dilakukan Mahyudin setelah 10 hari dilantik di sejumlah ruangan merupakan salah satu upaya guna mengedepankan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bertugas. Ia mengungkapkan temuan terhadap salah seorang pramu bhakti yang melakukan pelanggaran adalah peringatan pertama saat sidak beberapa waktu yang lalu merupakan pelajaran bagi yang lain. “Semoga kedepan tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran, jam kantor kita sudah jelas, satpam dan CS sudah diatur tugasnya oleh Subbag umum, begitu pula pramu bhakti sudah diatur tusinya oleh Subbag Ortapeg”, terang Mahyudin merinci.
Kedepan, pihaknya mengatakan juga akan melakukan sidak sidak berikutnya di seluruh ruangan. “Bila ada keperluan, bisa melapor dan izin terlebih dulu ke atasan masing masing, bila perlu buat surat izin letika memang ada hal urgen diluar kantor”, pesannya.
Terakhir, Mahyudin menggagas sebuah pernyataan pakta integritas beserta materai bersama dengan subbag umum dan subbag ortapeg, dan ditanda tangani pegawai bersangkutan. Ini bertujuan bila pihak Kantor mengambil sebuah tindakan, tidak ada lagi laporan kemana mana. , bisa dipertanggungjawabkan sendiri oleh pegawai tersebut. “Misal saja untuk satpam, shift pertama untuk satpam dari Jam 07.30 – 15.00, dan jam 15.00 – jam 23.00 dan 23.00 – 07.00, maka untuk shift yang berakhir pada jam 15.00, harus ada serah terimanya, paling tidak jam 15.00 kurang lima sudah berada dipost untuk shift selanjutnya. “Begitu juga untuk CS tidak boleh keluyuran lagi diluar jam kerja, harus standby selama jam kerja di kantor”, tekannya.
Mahyudin menyebut, pernyataan tersebut ditandatangani oleh seluruh karyawan Non PNS di lingkungan Kanwil Kemenag Riau hari ini juga. “Bila sudah ditanda tangani, maka kami akan mengambil tindakan kedepan bila ditemukan pelanggaran, dengan surat peringatan I, ke dua dan ke tiga, dan peringatan ini hanya tiga kali, kalau masih melakukan pelanggaran kami akan pindahkan tugasnya ke rumah masing masing”, tegasnya.
“Jadilah pegawai yang tidak membebani negara, karena kita dibayar oleh negara”, tukasnya mengakhiri arahan.(vera/belen/faj)