Siak
(Inmas) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Siak menggelar
acara halal bi halal sekaligus melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH)
keluarga besar PGRI. Acara yang dihadiri hampir 1000 orang tersebut, secara
langsung dibuka oleh Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si di Masjid Sultan Syarif
Hasyim Siak, Selasa (25/7/2017).
Hadir
juga dalam acara tersebut Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Kadis Pendidikan dan
Kebudayaan H Lukman, Kakan Kemenag Siak, Drs. H. Muharom, pejabat terkait
lainnya, serta Penceramah asal Kota Pekanbaru Dr. H. Saidul Amin, MA.
Dalam
sambutannya Bupati menyebutkan, adalah kebanggaan menjadi Jemaah Haji Indonesia
yang kerap dinilai santun serta taat aturan selama melaksanakan ibadah haji. “Seperti
yang diketahui bersama Indonesia ini paling banyak jemaah hajinya dari seluruh
dunia, ada kebanggaan kita sebagai orang indonesia dimana panitia haji di Arab
Saudi sana membanggakan negara, bahwa kita ini termasuk jemaah yang santun dan
taat terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.
Lanjut
Bupati mengatakan, Hal demikian disampaikannya karena dia sudah bertemu
langsung dengan salah satu Syaikh yang mengurus haji asal indonesia di Arab
Saudi, dan mereka begitu memuji orang indonesia karena orang indonesia ‘tidak
senang berbuat sesuatu yang tidak diharapkan.
Syamsuar
pinta untuk pertahankan nama baik yang telah dibangun selama ini. “Harapan saya
ini yang harus di pertahankan, sehingga citra yang baik di indonesia ini harus
kita jaga,” ujarnya.
Kemudian
juga, tambah orang nomor satu di Negeri Istana Siak ini, tuntutan yang harus
dipenuhi selama melaksanakan ibadah haji adalah kesabaran, karena kesabaran
merupakan kunci keberhasilan melaksanakan ibadah haji, begitu juga dengan
kesehatan prima yang harus selalu dijaga selama beribadah.
Sementara itu, Dr. H. Saidul Amin, MA
menjelaskan secara makna filosofis tentang halal bil halal yang istilah ini
hanya ada satu-satunya di dunia, yaitu di Indonesia. “jika kita lihat sejarah
sesungguhnya bibit kegiatan ini telah di mulai pada masa Kerajaan Mataram Islam
dan pada masa Presiden RI Pertama Ir. Soekarno kemudian menjadikan kegiatan ini
untuk saling ber-ma’af-ma’afan” terang Dosen Filsafat di UIN Suska Riau
tersebut.
“Jadi, sudah sewajarnya melalui
kegiatan ini JCH dari keluarga besar PGRI Kabupaten Siak untuk saling
mendo’akan dalam kebaikan, karena jika kesalahan itu dilakukan kepada Allah
cenderung lebih mudah diselesaikan. Akan tetapi jika kesalahan itu dilakukan
kepada sesama manusia maka perlu perjuangan dan keseriusan untuk meminta
ke-ridhoannya” tambahnya. (Hd)