0 menit baca 0 %

Jadi Narasumber Bimtek, Kakanwil : Tekan Angka Perceraian, Pahami Penyebab dan Solusinya

Ringkasan: Riau (Inmas) Menag RI meminta jajarannya untuk melakukan integrasi data Kemenag dalam setiap aspek dan bidang, hal ini tertuang dalam tiga mantra Menag yang digaungkan pada Rakernas baru baru ini. Kemenag menyiapkan banyak  aplikasi yang akan menjembatani data data yang tersebar pada setiap satker...

Riau (Inmas) – Menag RI meminta jajarannya untuk melakukan integrasi data Kemenag dalam setiap aspek dan bidang, hal ini tertuang dalam tiga mantra Menag yang digaungkan pada Rakernas baru baru ini. Kemenag menyiapkan banyak  aplikasi yang akan menjembatani data data yang tersebar pada setiap satker Kemenag, termasuk salah satunya data yang terhimpun dalam Aplikasi Operator Pelaporan dan Data base Bimbingan Perkawinan. Melalui Bidang urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau menyelenggarakan Bimtek Operator Aplikasi Pelaporan dan database Bimbingan Perkawinan Angkatan I dan II se-Riau du Hotel Dyan Graha Pekanbaru, Minggu (24/030 petang.

Kendati  Bimtek yang dilakukan untuk pertama kalinya di Kanwil Kemenag seluruh Indonesia ini baru bisa diikuti oleh 44 orang peserta, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA yang hadir sebagai salah satu pemateri kegiatan itu mengharapkan bimtek ini setidaknya sudah dapat disosialisasikan di daerah masing masing. nantinya.

Selanjutnya Kakanwil mengatakan perlu adanya kebijakan strategis dalam upaya meningkatkan validasi dan akurasi data terkait bimbingan perkawinan terhadap catin di lingkungan Kemenag Riau. Setidaknya ada dua hal penting sambungnya, Pertama, memperkuat fungsi KUA ditengah masyarakat serta memperbaiki sarana dan pra sarana KUA. Kedua, mengoptimalkan peran penyuluh (PNS dan Non PNS) tokoh masyarakat serta tokoh agama dalam pembinaan akhlak keluarga. "Bimbingan perkawinan ini harus  mengedepankan hal hal yang terkait dengan permasalahan dalam pernikahan dan bagaimana membangun kesiapan mental catin secara psikologis", ujarnya mengawali materi.

Lebih jauh ia mengupas, ada sejumlah penyebab yang membuat tingginya angka perceraian dan masalah pernikahan yang cukup kompleks di tengah masyarakat. Dilansir dari data BADILAG 2017, tercatat sebanyak 1896 kasus perceraian skala nasional karena zina, 4.246 karena mabuk, 1189 karena madat, 2.179 karena meninggalkan salah satu pihak, 4898 karena dipenjara, 1697 karena poligami, karena KDRT sebanyak 8453. Karena cacat badan sebanyak 432, karena kawin paksa sebanyak 1976, karena murtad sebanyak 600 kasus, alasan ekonomi sebanyak 105.266 dan lainnya sebanyak 7799, dan terakhir karena pertengkaran menyumbangkan angka tertinggi yaitu sebanyak 152.574 kasus perceraian.

Ia menilai disinilah peran para penghulu dan penyuluh dalam memberikan bimbingan perkawinan dituntut lebih optimal kepada seluruh catin yang di Riau. “Dengan adanya integrasi data, akan memudahkan kita dalam mendeteksi sekaligus mengevaluasi kekurangan terhadap data yang ada untuk mengambil sebuah keputusan”, ujarnya.

Mahyudin menuturkan integrasi data penting dilakukan karea berimplikasi pada peningkatan layanan yang tentunya merupakan kerja besar keluarga Kemenag. Menurut Mahyudin ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini : Menurunkan tingkat perceraian sampai 5 %, kedua menurunkan jumlah nikah usia anak dibawah umur sampai 1 %, dan akhirnya akan meningkatkan index Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas, ungkapnya menyebut poin terakhir.

Ia menilai kunci sukses program layanan Kemenag sangat dipengaruhi sedetail apa penguasaan kita terhadap data dan seefisien apa kita mengelolanya dan kemudahan dalam mengaksesnya. “ Kita berharap tahun 2019 sebagai tahun sadar datam dengan tujuan integrasi data yang valid, ketika data nya benar tentu kita bisa melakukan pekerjaan dengan benar, ketika datanya keliru maka kita juga akan keliru untuk mengambil sebuah kebijakan”, sebutnya.

“sebagai operator tentu akan lebih mudah mengecek keakuratan data tentang jumlah peristiwa nikah dalam 1 minggu atau satu bulan melalui aplikasi  ini, tukasnya mengakhiri materi.(vera/faj)