Riau (Inmas) – Melalui Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau menggelar kegiatan Bimbigan teknis (Bimtek) Operator Aplikasi Pelaporan dan Database bimbingan Perkwinan di Hotel Dyan Graha Pekanbaru, 24 s.d 26 Maret 2019. Kegiatan menghadirkan kepala Seksi beserta operator Aplikasi Bimas Islam pada Kantor Kemenag Agama Kabupaten/kota maupun operator di KUA.
Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenag Riau Dra Hj Idah Heridah MM mengungkapkan tujuan dilaksanakannya Bimtek tak lain, guna mempersiapkan tenaga handal dan profesional untuk dilatih sebagai fasilitator di daerah.
Selain itu juga bertujuan untuk memudahkan para pelaksana di daerah terutama di KUA, ataupun di Kabupaten/kota. “Ini mempermudah untuk membuat pelaporan, karena selama ini pelaporan biasanya dari panitia lalu diteruskan ke satker, atau dari pelaksana diteruskan ke satker dan dari satker ke Kanwil, lalu dari Kanwil ke pusat, dan terakhir dipusat pun masih harus melakukan perekapan data”, sebutnya. Sementara dari rekapan data tersebut masih banyak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, dimana masih sering ditemui terjadinya perbedaan data.
Untuk itu, lanjutnya Kemenag mengoptimalkan program revitalisasi layanan bimbingan keluarga sakinah, penyuluhan dan informasi kepada catin. “Ini diperuntukkan bagi masyarakat dalam rangka membangun ketahanan keluarga di Indonesia. Lebih dari itu aplikasi ini untuk preventivitas agar perbedaan data tersebut tidak terjadi lagi, terutama dalam pelaksanaan ketika sudah tercapai sekian persen, baik kanwil maupun pusat sudah bisa melihat langsung hasil penghimpunan data tersebut pada aplikasi ini.
“Mulai entri data pada aplikasi dari data perorangan, nama calon pengantin laki laki maupun perempuan, berdasarkan NIK (Nomor Induk Kependudukan), hingga pada saat akan melakukan bimbingan, catin pun bisa langsung mendapatkan print absen pada saat itu juga”, sebutnya. “Bahkan sertifikat pun bisa didapat dari aplikasi”, ungkap pejabat wanita berdarah Sunda ini.
Ia menilai aplikasi ini memudahkan para panitia atau pelaksana dalam melakukan pendataan terhadap jumlah catin yang melakukan bimbingan perkawinan.” Target kami pada tahun ini se Riau bisa melakukan bimbingan perkawinan terhadap 4000 pasang catin, mudah mudahan jelang Bulan Agustus, paling lama September tahun ini bisa tercapai 4000 pasang catin ini sudah terlaksana di Kabupaten/kota se-Riau”, harap wanita yang akrab disapa teteh tersebut.
Minimal dengan target ini akan menurunkan persentase angka perceraian di Indonesia khususnya Riau. “Saya yakin dengan memberikan bimbingan perkawinan yang baik dan benar, sesuai dengan aturan, modul modul yang ada dan kita laksanakan berdasarkan juklak insyaallah akan bisa menekan angka perceraian yang ada”, tandasnya.