Rokan Hilir (inmas)- Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) merupakan sistem pelaksanaan Ujian Akhir bagi Madrasah dengan menggunakan media komputer dan diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kementerian Agama sendiri menargetkan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) pada tahun 2019 seluruh madrasah di Indonesia sudah berbasis komputer.
Alhamdulillah, seluruh madrasah MTs dan MA se Provinsi Riau termasuk yang ada di Kab. Rokan Hilir dengan kebijakan Kanwil Kemenag Riau telah melaksanakan UAMBN-BK menggunakan komputer.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab. Rokan Hilir saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi UAMBN-BK MTs yang berada di Kecamatan Bangko Pusaka.
Hari pertama monev, MTs pertama yang dikunjungi Kakan Kemenag Rohil, H. Agustiar, MTs Ikhlasiyah Kepenghuluan Bangko Bakti. Disambut Kepala Madrasah, Nursiah, S.Ag, Panitia ujian dan majelis guru langsung menuju ruang ujian, meninjau dan menanyakan kendala dan kemudahan pelaksanaan ujian setelah menggunakan media komputer.
Terungkap dari perbincangan saat itu antara Kepala Madrasah, Proktor dan Kakan Kemenag bahwa, ujian akhir berbasis komputer ini sangat mendebarkan. “Saat simulasi data peserta anak kami sudah pas, tapi ketika sinkronisasi yang muncul datanya berbeda, yaa Allah kami semua panik, akhirnya tengah malam tadi baru sukses sinkoronisasinya, andai tidak sukses, entah apa jadinya ujian hari ini,” Nursiah menceritakan.
Selanjutnya H. Agustiar bertanya kepada beberapa siswa peserta ujian menjelang sesi kedua. “bagaimana rasanya ujian dengan komputer...?” tanya H. Agus. Beberapa siswa menjawab “enjoy Pak, santai Pak, Fokus Pak”.
Usai berbincang denga para siswa, mereka duduk di kursi tamu dan ngobrol dengan santai. Sembari mendengarkan penjelasan Kakan Kemenag, H. Agus mengatakan bahwa, ujian berbasis komputer ini baru pertama kali kita terapkan, jadi maklum kalau semua pihak berdebar. “namanya juga baru, semua yang baru biasa pasti mendebarkan, kayak pengantin baru,” ujar H. Agus bergurau.
Dalam instrumen yang diisi, peserta UAMBN-BK MTs Ikhlasiyah berjumlah 41 siswa, yang tidak hadir 1 siswa, yang hadir 40 siswa. Ujian dilaksanakan 3 sesi. Sesi I 14 siswa, sesi II 14 siswa dan sesi III 13 orang.
Selanjutnya H. Agustiar bergeser menuju ke MTs As-Syakirin, Jl. Photo Km. 21 Balam. Kedatangannya langsung disambut Ketua Yayasan dan Kepala MTs As-Syakirin Mufti Mendofa, M.Pd.I. Yayasan ini tergolong yayasan yang cukup besar di Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah peserta didik hampir 1500 siswa dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas. Jumlah peserta UAMBN-BK 166 orang.
Lanjut ke MTs Balam Sempurna yang dikepalai Marganti, S.Pd.I dengan jumlah peserta 37 orang dan dilaksanakan hanya 1 sesi, dikarenakan jumlah komputer/laptop yang memadai.
Madrasah selanjutnya yang dikunjungi, MTs yang dinahkodai Ibu Metika Dewi Sari. MTs yang persis dipinggir Jalan lintas Riau-Sumut ini, tahun 2019 ini dapat menghadirkan peserta Ujian akhir 25 orang. Waktu berkunjung yang hanya menghabiskan Rujak buah satu piring ini dilanjutkan menuju MTs Dinul Hasanah.
MTs ini sama seperti MTs Nurul Islam, berada di Jl. Lintas Riau-Sumut Km. 17 Kecamatan Balai Jaya. Jumlah peserta UAMBN-BK 42 siswa. MTs ini adalah MTs terakhir yang di kunjungi Kakan Kemenag Rohil pada monev hari pertama, selanjutnya Kakan Kemenag menuju Bagan Batu untuk beristirahat.
Dalam kendaraan H. Agustiar menjelaskan kepada inmas bahwa, dari beberapa MTs yang telah dikunjungi di hari pertama ini dapat disimpulkan, bagi madrasah dan peserta Ujian UAMBN-BK merupakan kemudahan dan praktis. Namun kendala yang rata-rata mereka alami adalah gangguan jaringan, wifi atau perangkat yang mengulah. “Namun dengan kesigapan para Proktor dan teknisi, Alhamdulillah semua dapat teratasi dengan baik dan ujian berjalan dengan lancar,” ungkap H. Agustiar. (Nsh)