0 menit baca 0 %

Gubri dan Kakanwil hadiri Dharma Santi Provinsi Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) Setelah menyucikan diri lewat Perayaaan Nyepi yang jatuh pada 07 Maret 2019, Umat Hindu Se Provinsi Riau adakan Dharma Santi Tahun baru Caka 1942/ 2019 M yang dilaksanakan di Aula Serba Guna Pura Agung Jagadnatha, Pekanbaru, Minggu 24 Maret 2019.Turut Hadir pada acara tersebut Gubernur...

Riau (Inmas) Setelah menyucikan diri lewat Perayaaan Nyepi yang jatuh pada 07 Maret 2019, Umat Hindu Se – Provinsi Riau adakan Dharma Santi Tahun baru Caka 1942/ 2019 M yang dilaksanakan di Aula Serba Guna Pura Agung Jagadnatha, Pekanbaru, Minggu 24 Maret 2019.

Turut Hadir pada acara tersebut Gubernur Riau yang diwakili bapak asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, H.Ahmad Syah Harrofie,SH, Walikota Pekanbaru, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H. Mahyudin, MA, Danrem 031 Wirabima, Kapolda Riau, Ketua PHDI Pusat diwakili Sekretaris Umum PHDI, I Ketut Parwata, Pembimas Hindu, Nengah Sujati, Ketua PHDI Prov Riau, Ketua Prada serta Forum Komunikasi  Pimpinan Daerah se – Provinsi Riau.

Acara yang mengangkat tema melalui Dharma Santi kita perkuat Persatuan dan Kesatuan bangsa dalam rangka mensukseskan pemilu tahun 2019. di mulai sejak Pukul 09.30 diawali dengan Tarian sekapur sirih oleh siswa Pura Agung Jagadnatha.

Gubernur Riau diwakili H.Ahmad Syah Harrofie,SH menyampaikan perayaan Nyepi  merupakan upacara yang  sacral yang mengandung arti seluruh umat manusia instrospeksi akan kesalahan yang dibuat dan bermohon diri dan kekuatan untuk tahun yang akan datang.

Nyepi merupakan suatu bagian kekayan budaya bangsa , yang mengandung arti dan makna yg relevan dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. melalui nyepi  diharapkan mampu melihat diri sehingga akan melahirkan sifat untuk mengkoreksi  diri dengan melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci itulah makna nyepi sebenarnya tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H.Mahyudin, MA menyampaikan Dharma santi hendaknya menjadi pedoman untuk membangun solidaritas sebagai umat beragama di Provinsi Riau sekaligus mensukseskan pemilu 2019 dan menciptakan rasa kedamaian, aman  dan nyaman di semua kehidupan Indonesia, beliau berharap melalui Perayaan Dharma Santi semakin menyadarkan umat hindu bahwa kehadirannya didunia adalah membawa kasih, damai dan sejahtera untuk mempersatukan dan membawa nama baik Hindu khususnya di Provinsi Riau.

Sementara Ketua PHDI Pusat, Sekretaris Umum PHDI, I Ketut Parwata menyampaikan Dharma Dan Shanti berarti Wajib hukumnya untuk kita damai apalagi tahun ini merupakan tahun politik dimana 24 hari kedepan kita harus menggunakan hak pilih kita dengan sebaik- baiknya. Mari semua Umat Hindu  dengan perasaan gembira dan merdeka untuk memberikan pilihan kita demi kebaikan dan kemajuan bangsa tercinta. itu lah makna Dharma Santi yang  dilaksanakan saat ini ungkapnya mengakhiri (belen/adi)