Riau (Inmas) – Optimisme Pemprov dalam mempersiapkan Embarkasi Haji Antara di Kota Pekanbaru juga diamini Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA pada saat Kegiatan Sosialisasi Proses Keberangkatan Jamaah Haji Embarkasi Tahun 1440 H/2019 di Daffam Hotel Pekanbaru, (26/03), 16.15 petang.
Mahyudin menghimbau para narasumber pada kegiatan sosialisasi itu untuk memprioritaskan dan fokus pada Embarkasi haji Antara meskipun SK belum keluar. “Kita berharap dalam waktu beberapa hari kedepan SK perihal Embarkasi haji Antara sudah terbit”, harapnya.
Embarkasi haji Antara dengan Embarkasi yang biasa melalui Batam secara proses tentu berbeda, maka kita fokus untuk hal ini. “Jamaah tak perlu menginap di Batam lagi, tapi sudah bisa menginap di Pekanbaru”, ujarnya. Dalam arti JCH sudah bisa terbang dari Bandara SSK II, lalu transit saja di Batam dan langsung terbang ke Arab Saudi, imbuhnya.
Sampai hari ini, untuk Embarkasi haji Antara tidak hanya Riau lanjutnya semua Embarkasi Haji Antara tiap tahun diSK kan, sementara sampai hari ini belum ada yang keluar SKnya. “Mudah mudahan segera keluar, setelah checking terakhir kemarin, saat ini proses berkasnya sudah berada di Biro Hukum, bahkan dari hasil komunikasi dengan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, sudah berada di meja Menag RI”, ujarnya. “Semoga saja segera ditanda tangani dan sampai ke Riau”, imbuhnya.
Menurut informasi terakhir, sebelum SK itu keluar, rekan rekan di bagian Haji pusat akan melaksanakan simulasi penerimaan dan keberangkatan jamaah haji di Embarkasi haji Antara. “Dari simulasi itulah nanti akan terlihat pekerjaan dan sejumlah layanan yang akan dilaksanakan”, sebutnya.
Mahyudin berharap kendati ini tahun pertama, memang tugas yang sangat berat. Namun Ia optimis dengan segala konsekuensi, kelebihan dan kekurangan pada tahap perdana ini akan diupayakan semaksimal mungkin. “Karena ini pengalaman pertama, pasti akan ditemui kekurangan disana sini, kekurangan itu akan kita tutup bersama sama”, himbaunya.
Penyelenggaraan keberangkatan haji tanggung jawab bersama.”Kepala staf penyelenggaraan ibadah haji di Provinsi adalah Gubernur, di Kabupaten ya Bupati atau walikota”, ungkapnya. “Haji ini tugas negara, tugas negara itu tanggung jawab penuhnya ada di Pemerintah daerah, walaupun secara teknis Kemenag yang bertanggung jawab”, tukas Mahyudin lagi.
Jika pemerintah daerah mendukung, insyaallah Embarkasi haji ini bisa terwujud segera, harapnya.
Sampai berita ini diterbitkan masih berlangsung kegiatan Sosialisasi Proses Keberangkatan Jamaah Haji Embarkasi 1440 H. (vera/faj)