Rokan Hilir (inmas)- Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Rokan Hilir pada hari pertama di Kabupaten Rokan Hilir berjalan lancar dan tidak ada kendala maupun hambatan yang berarti baik jaringan internet, perangkat maupun penerangan listrik.
"Kami berharap peserta didik MTs N 1 Rohil khususnya dan umumnya MTs se Kab. Rohil yang mengikuti UAMBN-BK mampu menjawab soal dengan benar melalui komputerisasi itu," kata Kasi Penmad, Drs. H. Naini, M.Pd.I saat monev di MTs N 1 Rohil, Ujung Tanjung, Rabu (20/3/2019).
Penyelenggaraan UAMBN-BK di Kabupaten Rokan Hilir dilaksanakan oleh 76 MTs dengan jumlah peserta didik sebanyak 3.984 siswa.
Mata pelajaran yang diujikan itu antara lain pada hari pertama (Rabu 20/3) Alquran hadist, hari kedua (Kamis 21/3) Fiqh dan hari ketiga (Jumat 22/3) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Peserta didik yang mengikuti ujian tepat waktu tiba di madrasah pukul 07.30 WIB. Namun, bagi siswa yang tidak mengikuti ujian dengan alasan sakit bisa menyusul pekan depan.
Penyelenggaraan UAMBN-BK tahun ini jenjang MTs sudah 100 persen menggunakan komputer dan bagi madrasah yang mengalami kekurangan komputer bergabung dengan madrasah lain. Mereka setiap madrasah melibatkan petugas (proktor) dan teknisi untuk kelancaran ujian berbasis komputer itu.
Selama ini, kata dia, penyelenggaraan UAMBN-BK secara umum berjalan lancar, meski sempat mati lampu sdieperti Kecamatan Kubu. "Kami berharap ujian hingga hari ketiga nanti tidak ada kendala baik jaringan internet dan penerangan listrik," ujarnya menjelaskan.
Sementara itu, Kepala MTs N 1 Rohil, Hasbullah mengatakan jumlah peserta didik yang mengikuti UAMBN-BK tercatat 237 siswa. Ujian dilaksanakan dengan 3 sesi mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB dengan waktu menjawab soal selama 90 menit. Sedangkan Server yang digunakan 2 dan Client 80.
“Mereka para siswa untuk mengikuti UAMBN-BK sudah siap 100 persen, sehingga peserta tidak panik atau bingung untuk mengisi jawaban soal melalui komputerisasi,” kata Kepala bertubuh tinggi tegap ini.
Sebab, pihak madrasah mengoptimalkan persiapan sebelumnya dengan pengayaan mata pelajaran yang diujikan melalui kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu juga simulasi pengisian jawaban melalui komputerisasi dan gladi untuk menghadapi ujian itu.
Hasbullah menambahkan, sesi pertama dihadiri tim monitoring dari Seksi Penmad, Adi Candra, Seksi kedua Pengawas madrasah, Umi Kalsum dan sesi ke tiga Kasi Penmad Kemenag Rohil, H. Naini. (Nsh)