Riau (Inmas)- Zulfadli, Kasi Pemberdayaan Zakat pada Bidang
Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau, Senin (30/4/2018)
berhasil melewati Ujian Promosi Doktor Pasca Sarjana UIN Suska Riau dengan
Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,84 atau sangat memuaskan.
Ujian Promosi Doktor tersebut berlansung di Aula Pasca
Sarjana UIN Suksa Riau dengan ketua tim penguji Prof Dr H Munzir Hitami MA dan
4 Tim penguji lainnya. Dihadiri dan disaksikan oleh dosen, mahasiswa, dan
undangan.
Ketua tim penguji Prof Dr H Munzir Hitami MA, usai ujian
promosi dan mengumumkan hasil kelulusan Doktor, berharap agar Zulfadli yang telah meluluskan pendidikannya pada S3 UIN Suska Riau Program
Studi Hukum Keluarga dengan judul Disertasi Pengaruh Politik Terhadap
Perkembangan Mazhab Syafi’I di Indonesia pada Abad ke- XVI sampai Abad ke XX, hendaknya
dapat mengembangkan karir dalam bidang keilmuan yang telah didapatkan selama
pendidikan.
“Ilmu yang telah didapatkan hendaknya diaplikasikan dalam
kehidupan khususnya ditempat ia bekerja. Dan yang terpenting, dengan ilmu yang
dimiliki harus menjadi agen perubahan yang lebih baik dalam masyarakat,”
ungkapnya dan berharap kelulusan salah seorang pegawai Kemenag Riau menjadi
Doktor menjadi pendorong atau motivasi bagi mahasiswa yang belum menyelesaikan
study nya.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Riau
melalui Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI yang secara khusus mengikuti ujian
Doktor Zulfadli dari awal hingga selesai pengumuman. Saman berharap dengan
tugas- tugas yang sangat mengikat di Kemenag Riau membutuhkan SDM yang sangat tangguh.
“Sebagia Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat pada Bidang
Penaiszawa, dengan gelar yang didapatkan hendaknya bisa memotivasi kawan- kawan
untuk meneruskan pendidikan dalam rangka meningkatkan SDM Kemenag. Dan selamat
kepada Zulfadli, semoga ilmu yang didapat bermanfaat bagi pembangunan umat,”
ucapnya.
Doktor Zulfadli, kepada tim Inmas mengatakan, perjalanannya
di S3 UIN Suska Riau merupakan perjalanan yang cukup panjang penuh dengan
perjuangan dan kerja keras. Namun demikian, hal tersebut akan menjadi motiviasi
baginya untuk terus menuntut ilmu dan mengembangkannya.
“Saya mendorong semua kawan- kawan yang masih S1 hendaknya
melanjutkan pendidikannya ke S2 dan S3, karena ilmu itu sangat penting. Apalagi
kita sebagai pegawai, tentu dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan terus
menerus,” ucapnya singkat. (mus/anto/eka/faj)