0 menit baca 0 %

Ziarah Kubur Menasehati Dan Mengingatkan Diri Akan Kematian

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Tujuan utama dalam pelaksanaan ziarah kubur adalah untuk menasehati diri dan mengingatkan diri akan kematian serta akhirat, karena setiap yang hidup, pasti akan mati. Demikian disampaikan Humas Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Gustika Rahman SPdI, saat mengikuti ziarah kubur yang...

Kampar (Inmas) - Tujuan utama dalam pelaksanaan ziarah kubur adalah untuk menasehati diri dan mengingatkan diri akan kematian serta akhirat, karena setiap yang hidup, pasti akan mati. Demikian disampaikan Humas Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Gustika Rahman SPdI, saat mengikuti ziarah kubur yang juga disebut dengan aghi rayo onam (Hari Raya Enam), di lingkungan Tanjung, Kelurahan Pasir Sialang, Kec. Bangkinang, beberapa hari yang lalu (hari sabtu 23/06/2018).

Agus mengatakan, selain untuk mengingatkan diri akan kematian dan akhirat. Ziarah kubur yang dilakukan setelah hari raya enam ini juga untuk mendo’akan para kaum muslimin dan muslimat yang telah mendahului kita, seraja juga sebagi momentum untuk bersilaturrahim. Sebagai mana dalam Hadist Riwayat Ibnu Maajah, Rasulullah SAW Bersabda “Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat”. Pada ziarah kubur ini kita bisa bertemu, bertatap muka bahkan bersalaman dengan sanak saudara, karib kerabat bahkan orang lain, yang sebelumnya tidak pernah kita jumpa.

Karena pada hari raya enam ini, masyarakat yang merantau diluar daerah, bahkan diluar Negeri, sengaja pulang untuk mengikuti ziarah kubur ini. Makanya tak heran, disepanjang jalan yang berada di Bangkinang, dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melaksanakan ziarah-ziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Untuk ziarah di tanjung ini, dimulai dari pukul 06.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Yang mana kuburan-kuburan yang di ziarahi mulai dari kuburan-kuburan yang berada di Tanjung, Pulau lawas, Kampung Deling, Bukit, Pasir Sialang dan berakhir di kuburan Teratak Domo. Setelah selesai melaksanakan ziarah kubur, langsung menuju Masjid Baitul Makmur, guna mengikuti makan bajambau.

Makan bajambau ini telah disiapkan oleh panitia yang berasal dari kaum ibu-Ibu yang berada di lingkungan Tanjung. Alhamdulillah, hari raya enam atau ziarah kubur ini berlangsung dengan sukses dan penuh dengan nuansa kekeluargaan atau keakraban. Yang mana para lelaki pergi ziarah, sang hawa atau perempuan menyiapkan makanan untuk menyambut mereka pulang. Sungguh indah tradisi ini, tanpa ada paksaan, masyarakat berkumpul-kumpul dengan satu tekad, mendo’akan sang leluhurnya, agar arwah leluhurnya diterima oleh Allah Swt, dan ditempatkan ditempat yang layak disisinya. (Ags/Usm)