Zakat Adalah Harta Yang Wajib Dikeluarkan Oleh Seorang Muslim
Ringkasan:
Kampar (Inmas) Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kasi Pemberdayaan Zakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.
Kampar (Inmas) – Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kasi Pemberdayaan Zakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr H M Fakhri MAg, pada acara sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kab. Kampar, hari selasa lalu (20/03/2018) di Aula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Fahri menjelaskan, harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Hal ini bisa kita lihat pada Pasal 1 ayat 2 UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Dalam Surat Al-Baqarah: 110, Allah Swt berfirman “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.
Abu Burdah menceritakan bahwa Rasul SAW mengutus Abu Musa dan Muaz bin Jabal ke Yaman guna mengajarkan penduduk Yaman tentang agama Islam. Rasul menyuruh mereka jangan mengambil zakat kecuali empat macam: Hinthah (gandum), Syair (gandum kering), krma (tamar), dan zabib (anggur kering).
Perintah zakat di dalam Al-Qur’an, sering menggunakan redaksi âtû. Kata âtû adalah kata yang dari akarnya dapat dibentuk berbagai ragam kata dan mengandung berbagai makna. Beberapa makna di antaranya adalah: Pertama, Istiqamah (bersikap jujur dan konsekwen). Kedua, Cepat. Ketiga, Memudahkan jalan dan yang keempat Seorang yang agung lagi bijaksana.
Zakat wajib Hukumnnya, bagi orang yang mengingkari dan menentang kewajiban zakat, maka dia dicap kafir atau murtad dan harus diperangi sampai dia mau melaksanakannya. (Yusuf Qasim, Khulashah Ahkam Zakah al-Tijarah wa al-Shana’ah fi al-Fiqh al-Islamiy, h. 11; Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, j. 1, h. 281). (Ags/Usm)