0 menit baca 0 %

Yan Kadang : Data instrument terpenting dalam mendukung Program yang akan diusulkan

Ringkasan: Riau (Inmas) Menindaklanjuti Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, Bimbingan Masyarakat Kristen adakan Rapat Kordinasi dan Evaluasi Program Bimas Kristen, Rabu 08 Agustus 2018 di Hotel Ameera- Pekanbaru.T...

Riau (Inmas) Menindaklanjuti Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, Bimbingan Masyarakat Kristen adakan Rapat Kordinasi dan Evaluasi Program Bimas Kristen, Rabu 08 Agustus 2018 di Hotel Ameera- Pekanbaru.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Yan Kristianus Kadang, SE, MM,  didampingi Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H.M. Saman, S.Sos. M.Si, Pembimbing Masyarakat Kristen, Sahat Lambok Sihombing, M.Pd serta Ketua Panitia Armin Antoni Silaban, S.Th

Acara yang berlangsung selama tiga hari diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dibuka Oleh Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Yan Kristianus Kadang, SE, MM diikuti 40 Orang peserta yang terdiri dari Penyelenggara Bimas Kristen,Perencana, Pengawas serta Pramubakti yang ada di 12 Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.

Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Yan Kristianus Kadang menyampaikan data merupakan instrument terpenting dalam mendukung Program yang akan diusulkan. Untuk itu sampaikan data yang benar dan Akurat agar Program yang diusulkan bisa direalisasikan dengan Baik.Beliau menanbahkan salah satu Program Prioritas Kementerian Agama yakni dengan tetap menebar kedamaian sehingga terjadi Kerukunan antar Umat Beragama dan Juga Studi Lanjut Keluar Negeri untuk dosen-dosen yang ada di Perguruan Tinggi Kristen.

Sementara Itu Plh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H.M. Saman S.Sos, M.Si berharap setiap Satker Bimas Kristen yang ada didaerah mampu memberikan data yang Valid sehingga tercipta koordinasi yang baik antara Guru, Pengawas, penyelenggara serta Perencana disetiap kabupaten Kota dengan Perencana yang ada di Bimbingan Masyarakat Kristen sehingga tidak ditemukan lagi revisi anggaran dikarenakan adanya kesalahan dalam penganggaran diawal Tahun.

Pembimas Kristen, Sahat Sihombing, M.Pd menyampaikan ada dua sasaran yang hendak dicapai  yaitu untuk mengoptimalkan tugas dan Fungsi Pelayanan Bimas Kristen agar lebih baik dan berkualitas serta mampu menyusun program dan Perencaanaan Anggaran Bimas Kristen berdasarkan kebutuhan yang dibutuhkan didaerah masing-masing. Kegiatan yang mengangkat tema berfikir cerdas dan kerja Profesionalitas untuk Program Bimas Kristen yang berkualitas diakhiri dengan Doa yang dibawakan Oleh bapak Minton Sitorus, S.PdK.(belen/adi)