Kampar (Inmas) – Jelang Pelaksanaan Arafah Muzdalifah Mina (Armina), Jema’ah Calon Haji (JCH) dihimbau untuk tidak keluar Mekkah. Demikian disampaikan Ketua Kloter 18, Drs Muhammad Yamin, didampingi Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Drs H Syafrizal Aziz, kepada Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, melalalui via telpon selulernya, hari rabu (23/08) di Mekkah Al-Mukarromah.
Yamin mengatakan, himbauan ini kita sampaikan dalam rapat persiapan wukuf yang kita laksanakan pada hari selasa kemaren (tanggal 22 agustus 2017), bertempat di Sektor 11 Misfalah Pemondokan Nomor 1116. Rapat kali ini dihadiri oleh Petugas Kloter, TPHI, TPIHI, dan TKHI, serta dihadiri oleh PPIH Arab Saudi Daker Mekkah dan Dari KKHI Mekkah. Sektor 11 ini sebanyak 17 Maktab dengan jumlah petugas yang hadir sebanyak 85 orang.
Dalam rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya Jema’ah Wukuf terbagi terbagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok jema’ah sehat, jema’ah safari umrah dan jema’ah badal. Jema’ah yang tergolong sehat, menjadi tanggung jawab petugas Kloter. Sedangkan jema’ah safari dan badal menjadi tanggung jawab sektor, PPIH dan KKHI.
Semetara itu Kepala Sektor 11 Misfalah Makkah, H Afrijal, mengharapkan kepada petugas Kloter untuk segera menyampaikan laporan berapa jumlah jamaah masing- masing yang terbagi dalam 3 kelompok tersebut. Karena Sektor 11 Misfalah ini merupakan sektor terbanyak jumlah jamaahnya, terdiri dari 9 maktab 17 hotel dan 61 kloter dengan jumlah jamaah 24.582 orang dan 301 orang petugas.
Kuota safari wukuf dan badal haji untuk Sektor 11 yaitu 12 orang permaktab, namun jumlah ini sepertinya tidak relevan dengan jumlah jamaah kita yang cukup banyak. Untuk itu kita sudah usulkan ke Daker agar dilakukan penambahan menjadi 30 orang permaktab. Kepada ketua Kloter kita menghimbau untuk segera menyampaikan data tarwiyah, nafar awal, nafar tsani, adam, haji tamattu, qiran dan irfad sebelum puncak haji, ungkapnya Afrijal. (Ags/Usm)