Riau (Inmas)- Wakil Ketua IV bidang ADM, SDM dan Umum Baznas Riau, Yahanan, M Sy menyadari betul kalau sinergisitas terhadap empat bidang yang ada di Baznas Riau harus terus terjaga dengan baik, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semuanya saling berkaitan dan jadi pendukung antara satu dengan lainnya. Satu saja tidak bersinergi maka kegiatan atau usaha yang dilakukan tidak akan bisa berjalan dengan baik.
“Di Baznas Riau
ini ada Empat Bidang yaitu pertama Bidang Pengumpulan, kedua Bidang Pendistribusian, ketiga Bidang Pelaporan dan Keuangan dan keempat Bidang
Administrasi Umum. Keempat Bidang harus saling bersinergi, karena tidak
bisa jalan sendiri-sendiri, saling dukung mendukung. Tidak bisa Bidang
yang lain bergerak tanpa didukung Bidang yang lain,” sebutnya saat dikonfirmasi
di kantornya jalan Jend Sudirman Kota Pekanbaru, Selasa (5/3/2019).
Dirincinya,
misalnya Bidang Administrasi, semua kegiatan yang dilakukan bermuara pada
administrasi. Begitu dalam hal pengumpulan dan sosialisasi. Hal ini
tidak saja dibebankan saja pada Bidang Pengumpul saja. Tapi semua unsur
pimpinan dan staff harus terlibat. Bahkan saat ino sefang digalakkan pada
staff tiap hari pada pagi dan sore membuat tulisan ajakan zakat di media
sosial.
Kemudian pada
waktu-waktu yang sudah ditentukan, ada kegiatan briefing atau pengarahan antara
pimpinan dan staff dalam rangka peningkatan pengumpulan zakat yang akan
dilakukan. Juga mekakukan sinergi dengan UPZ (Unit Pengumpul Zakat)
sekaku ujung tombak Baznas yang ada di pemerintahan provinsi dan juga di
perusahaan swasta asing seperti RAPP. "RAPP punya IMRA (Ikatan
Muslim Riau Andalan) kita bentuk UPZ disana, kita juga sudah bersinergi dan
mereka melaporkan kegiatan dan pengumpulan yang dilakukan, hasilnya sangat luar
biasa," terangnya.
Sinergisitas
juga dilakukan pada instansi vertikal seperti membuat UPZ di Perguruan
Tinggi. Seperti yang ada saat ini di Politeknik Bengkalis (Polibeng),
Univetditas Islam Riau (UIR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kenenag Riau
dan lainnya. Sehingga optimal dalam pengumpulan. "Sesuai
dengan Perbaznas No 02 Tahun 2016 tentang UPZ dimana UPZ otu bisa mengumpulkan
dana zakat saja dan boleh juga sekaligus menyalurkannya. Dimana 70%
digunakan dan 30% ke Baznas untuk penyakuran penerataan," tambahnya
semvari mengakui kakau UPZ Baznas Riau yabgvafa sekarang 40 unit.
Disampaikan
juga, untuk ke depan Baznas Riau akan terus mengembangkan UPZ di unit-unit kerja
yang ada. Sehingga penghimpunan dana zakat dari Mustahiq betul-betul terhimpun
dengan optimal. Sehingga semakin banyak dana yang didapat dan tentunya
semakin besar juga program pengentasan kemiskinan yang bisa diperbuat.
Mengingat potensi zakat cukup besar yang tersedia. (mus/ismt)