Pekanbaru (Inmas) – Dalam rangka menerapkan pendekatan siklus kehidupan melalui program menjadi Orangtua Hebat dan Bina Keluarga Bahagia Sejahtera yang terintegrasi dalam penyelenggaraan pengembangan anak usia dini. BKKBN melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Kanwil Kemenag Riau pada Kamis (02/03) sore, yang direncanakan tanggal 9 mendatang akan dilaksanakan Mounya mengenai hal tersebut.
Kunjungan yang beragendakan silaturrahmi sekaligus undangan kepada BP4 Bidang Urusan Agama Islam dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau dalam kegiatan sosialisasi membangun keluarga sehat sejahtera tersebut, disambut baik oleh Drs H Ahmad Supardi selaku Kanwil Kemenag Riau. Dikatakannya bahwa sejalan dengan program BKKBN mengenai membentuk orangtua hebat dan keluarga sejahtera, Kemenag sendiri sebagai motor penggerak menciptakan keluarga sakinah sebagai pilar pembanagunan bangsa memiliki program khusus tentang keluarga sakinah. Maka di Kemenag juga terdapat program pra nikah yang ditangani oleh KUA masing- masing Kecamatan.
Selain itu Ahmad Supardi menyatakan agar program ini bisa terlaksana dengan baik pada 12 Kab/kota yang tersebar di Provinsi Riau dan ditambah Provinsi menjadi 13, usulnya kepada BKKBN. Disamping itu yang lebih penting adalah
Kedepan, Ahmad Supardi juga berharap agar pihaknya juga mengundang BKKBN dalam rangka menyukseskan program keluarga sakinah yang telah berjalan selama ini. Menurutnya dengan cara mengedukasi larangan seks pra nikah dan program sidang pra nikah bagi catin dapat membangun keluarga yang sakinah, pun dengan program Keluarga sehat sejahtera yang dicanangkan BKKBN jika dilakukan berbarengan dengan perencanaan yang matang dan mantap maka keluarga sehat dan sejahtera pasti akan tercapai, ucapnya optimis.
Sedangkan H Yandrizal SP MM Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau mengatakan kegiatan sosialisasi ini didasarkan karena pentingnya upaya orangtua dalam memenuhi kebutuhan esensial anak yang sangat beragam hari ini. Menurutnya membangun keluarga sejahtera harus berbanding lurus aspek fisik dan non fisik. Termasuk emosional, mental dan sosila serta karakter.
Jika Kemenag membangun dari esensi agama maka pihaknya dari sisi tumbuh kembangnya, kita memperhatikan bagaimana tumbuh kembang dimulai dari lahir hingga berkembang menjadi bayi yang berkualitas dengan pemberian asupan gizi dan bagaimana tumbuh kembangnya anak dengan baik itu fisik maupun non fisik, terang Yandrizal.
Tahun ini, program tersebut dilaksanakan di berbagai daerah, jelas Yandrizal. Kita butuh komitmen yang kuat menyukseskan programnya. Makanya sosialisasi serta membangun kerjasama lintas sektoral dan dukungan pemprov setempat sangat dibutuhkan, tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut, diadakan dialog mengenai kiat-kiat bagaimana membangun keluarga sejahtera. Keluarga merupakan pilar pembangunan bangsa, sebagai lingkungan pertama yang mempunyai peranan penting dalam menumbuh kembangkan segenap potensi setiap anggota keluarga.
Dapat bermanfaat dan diinformasikan kembali kepada masyarakat terkait dengan program BKKBN mengenai upaya mensosialisasikan program-program pemerintah terkait keluarga sehat dan sejahtera sangat erat kaitannya dengan pembangunan bangsa, ucap Yanrizal.
Turut hadir pada pertemuan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Drs H Mahyudin MA, Kepala Seksi Drs Edi Tasman Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Riau. Pertemuan hangat tersebut diakhiri dengan foto bersama dan saling bertukar cendramata berupa buku yang akan menunjang program keluarga sehat sejahtera yang berkualitas.(vera/ft:faj)