0 menit baca 0 %

Wujudkan Akselerasi, Biro Ortala Kemenag RI Lakukan Asistensi Implementasi Reformasi Birokrasi

Ringkasan: Riau (Inmas) Tim Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI melakukan asistensi  implementasi reformasi birokrasi di Kanwil Kemenag Riau pada Kamis  (02/10). Biro Ortala menurunkan tim yang beranggotakan Joko Sutaryo dan  Lilik Widyarini  dalam kegiatan yang digelar selama sa...

Riau (Inmas) – Tim Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI melakukan asistensi  implementasi reformasi birokrasi di Kanwil Kemenag Riau pada Kamis  (02/10). Biro Ortala menurunkan tim yang beranggotakan Joko Sutaryo dan  Lilik Widyarini  dalam kegiatan yang digelar selama satu hari itu. Selain pemaparan materi, peserta juga diminta untuk mengisi kuisioner tentang pelaksanaan reformasi birokrasi di Kanwil Kemenag Riau.

Menanggapi  asistensi tersebut Kabag TU Drs H Mahyudin MA yang mewakili Kakanwil Kemenag Riau, mengatakan kegiatan ini merupakan program nasional. Dikatakannya kegiatan ini merupakan rekomendasi dan tindak lanjut  rapat koordinasi Kemenag dan roadmap reformasi birokrasi Tahun 2015 s.d 2019 yang dilaksanakan pada April 2017 yang lalu di Hotel  Sultan Jakarta. Kegiatan yang dihadiri dihadiri oleh tiga Menteri yaitu Menteri Agama, Menpan RB, dan menteri keuangan tersebut bertujuan untuk melakukan akselerasi reformasi birokrasi pada delapan area perubahan.

Ia menilai kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Kemenag RI supaya reformasi birokrasi ini bisa berjalan di Kementerian Agama, khususnya Provinsi Riau. Oleh karenanya kegiatan yang digelar di Kanwil Kemenag Riau ini merupakan satu upaya bagaimana suatu reformasi birokrasi ini bisa berjalan dengan baik.

Kita ketahui sesungguhnya reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dibuktikan dengan penilaian yang dilakukan oleh Menpan RB pada Tahun 2015 kita memperoleh indeks di angka 65,28 dan pada Tahun 2016 kita mendapat indeks 69,14. Ini artinya mengalami peningkatan yang cukup baik, terangnya. Semoga di tahun 2017 ini nilai yang kita dapatkan bisa mencapai indeks yang lebih bagus lagi, dengan mencermarti hasil evaluasi dan mengaplikasikannya dalam dalam rencana reformasi birokrasi itu sendiri, harap Mahyudin.

Hal senada diungkapkan oleh Drs H Afriliansyah Lubis MA selaku Kasubbag Ortala Kepegawaian bahwa ia sepakat kegiatan ini sudah sangat sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kemenag. Ia mengaku  bahwa asistensi reformasi birokrasi ini sebenarnya sudah jauh terlambat kita laksanakan. Karena sejak Tahun 2009 seperti yang tertuang dalam Undang undang No 16 Tahun 2009 Kemenag RI sudah mengamanatkan untuk melaksanakan tentang birokrasi reformasi di Kemenag.

Lebih lanjut Afriliansyah menilai kegiatan ini sangat relevan dengan lima nilai nilai budaya kerja Kementerian Agama RI. “Dimana setiap ASN harus memiliki Integritas, artinya dengan adanya integritas kita bisa melakukan pelayanan yang baik kepada publik. Kedua, setiap ASN harus memiliki sikap profesional dalam bekerja, ketiga, tanggung jawab juga menjadi poin penting. Keempat inovasi, dengan inovasi ASN dapat melakukan progress ke arah yang lebih baik, dan terakhir dalam pelayanan publik juga memerlukan keteladanan, itulah yang merupakan wujud dari reformasi birokrasi Kemenag hari ini” ujarnya.

Saat ini indeks prestasi Kanwil sudah mencapai 70-80 persen, semoga kedepan bisa lebih baik lagi dengan nilai sangat memuaskan. Makanya dengan ditingkatkannya tunjangan kinerja dari hasil indeks prestasi kinerja ASN hari ini, khususnya Kanwil Kemenag Riau semoga bisa mencapai indeks hingga 80 persen, tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, masih berlangsung pemaparan materi dari tim Tim Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama RI. (vera/eka/juki)