Kampar (Humas) – Setelah berhasil meraih penghargaan adiwiyata Nasional pada tahun 2014, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kuok, Kec. Kuok dicanangkan mengikuti adiwiyata mandiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Kasi Pendidikan Madrasah Drs Muhammad Yamin memberikan pembinaan dan arahan pada acara diskusi pemantapan sekolah adiwiyata mandiri tahun 2015 hari kamis (12/02) di MAN Kuok. Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kepala UPTD Kec. Kuok, dan para peserta lainnya.
Dalam arahannya Fairus menyampaikan bahwa pada tahun 2014 lalu, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar telah mengeluarkan surat edaran nomor : Kd. 04.02/04/PP.00/154/2014 tanggal 21 Februari 2014 tentang Madrasah Bersih, Indah dan Sehat serta berwawasan lingkungan. Yang mana tembusan dari Surat Edaran ini disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau dan Ketua Pokjawas Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
"Isi dari surat edaran ini agar setiap Kepala Madrasah untuk : pertama, Mengikuti Program Adiwiyata (Madrasah berwawasan lingkungan). kedua, Meningkatkan penghijauan dan kebersihan lingkungan Madrasah. Ketiga, mengambil langkah-langkah kongkrit di Madrasah untuk menertibkan kantin-kantin Madrasah agar tidak menyediakan makanan atau minuman yang mengandung zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan zat kimia bahaya lainnya serta menghindari penggunaan bahan plastik pada pembungkus makanan atau minuman, wadah atau kantong plastik seperti kresek dan lain-lainnya. Keempat, membuat rencana kerja program adiwiyata dan menyampaikan laporannya ke Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar," jelasnya.
Fairus pun menegaskan,"Dengan dikeluarkannya surat edaran ini, hendaknya mampu memotivasai para Kepala Madarsah untuk bisa masuk dalam program adiwiyata, sehingga penghargaan adiwiyata baik ditingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional maupun adiwiyata mandiri bisa diraih. Walaupun penghargaan adiwiyata ini bukan tujuan utama kita, setidaknya program ini bisa menjadi acuan buat kita, agar lebih mencintai lingkungan disekitar tempat tinggal kita. Karena menanam dan memelihara tumbuh-tumbuhan merupakan ibadah.
"Untuk menciptakan dinamika-dinamika di madrasah, Fairus menghimbau kepada Kepala Madrasah untuk membuat club-club, seperti club salam, club dhuha, club tahfiz, club fahmil dan lain sebagainya. Hal ini harus kita lakukan agar madrasah di Kab. Kampar mempunyai ciri khas dan tampil beda dari sekolah umum lainnya, sehingga nantinya menarik perhatian dan minat masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya di madrasah-madrasah yang kita bangun", pungkasnya. (Ags)
*edit by novam