Riau(Inmas) - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat bahkan saat ini sedang menghadapi generasi Z atau millenal yang berbeda ketimbang generasi tahun yang lalu. yang saat ini membutuhkan rancangan program pendidikan yang mau tidak mau harus update dengan zaman sekarang dan zaman yang akan datang.
Demikian yang diungkapkan DR Ahmad Hidayatullah MPd selaku Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Dirjen Pendis Kemenag Riau pada acara Workhshop MAN I Pekanbaru
"Pada tahun 2045 diprediksi mereka rata2 berada pada usia 20 s.d 50 an, usia produktif generasi millenial ini memiliki corak kehidupan tersendiri, yang salah satunya adalah pemberian kemampuan kepada siswa untuk
Melalui penilitian dan penulisan karya ilmiah ini, dapat memberikan peluang kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dan memperluas wawasannya tanpa harus selalu dituntun ataupun kerap mendapatkan acuan yang mendikte, namun bisa berkembang dengan leluasa mengikuti kualitas diri, terang pejabat murah senyum ini.
Ia memandang program yang dilakukan oleh MAN I Pekanbaru sangat relevan dengan yang dibutuhkan era sekarang. Mengingat kegiatan yang dilakukan mengedepankan kreativitas dan inovasi siswa. Lebih dari itu baginya budaya research memberikan peluang besar kepada siswa untuk menggali kemampuan diri bahkan mampu memperkirakan masalah yang muncul sekaligus menemukan solusinya.
Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni mengungkapkan minat untuk bersekolah di madrasah semakin meningkat, menurutnya, orang tua kini tak hanya berbondong bondong mendaftarkan anaknya menempuh pendidikan di sekolah negeri, "Tidak sedikit yang memasukkan anaknya ke madrasah, bahkan ke pondok pesantren. Ini terjadi di Riau dan Indonesia umumnya.
Kondisi ini sebutnya, akan terus meningkat bilamana madrasah sanggup menjaga dan meningkatkan kualitas dengan fasilitas yang relatif sudah baik. "Jati diri anak bangsa banyak dibangun di madrasah, semoga tidak akan ada lagi disparitas ataupun ketimpangan sarana dan pra sarana ketersediaan guru dan sebagainya kedepan" harapnya. Sehingga "Lebih Baik madrasah, Madrasah Lebih Baik Menuju Madrasah Hebat Bermartabat" tak hanya bergaung di Indonesia, tapi bisa mendunia, pungkasnya.
Lebih dari itu Asmuni menjelaskan terobosan yang dilakukan madrasah hari ini di Riau, seperti MAN IC dan MAN research dan Madrasah Pokasi, perlu terus direalisasikan termasuk madrasah program keagamaan dan madrasah program bahasa.
"Inilah bukti kongkrit madrasah dalam wujud nyata hari ini, ditengah masyarakat", ucapnya. Pihaknya mengaku terus melakukan pembenahan dan pembinaan untuk pengembangan agama dan keagamaan di Riau.
Sebelumnya Kemad MAN I Pekanbaru Marzuki MAg melaporkan peserta workshop adalah sebanyak 20 orang siswa MAN I Pekanbaru dengan 10 orang guru pendamping untuk research. Ia mengharapkan kedepan dalam upaya menuju madrasah Madrina pihaknya akan terus berupaya melakukan inovasi dan pembinaan seperti workshop yang dilakukan selama dua hari ini, katanya. "Apalagi dalam workshop ini kami menghadirkan narasumber dari tim research nasional yang sudah berskala nasional dan internasional dari Jakarta", kata Marzuki.(vera/adi)