Pekanbaru (Inmas)- Dalam rangka memotivasi Wakil Kurikulum (WK), Bimbingan Konseling (BK) dan siswa untuk belajar ke Luar Negeri khususnya ke Jepang, MAN 2 Model Pekanbaru bekerjasama dengan MAN 1 Pekanbaru dan Insan Cendekia (IC) Serpong mengadakan Workshop Karir Internasional dengan tema Meraih Peluang untuk Menghasilkan Pendidikan Berkualitas di Aula MAN 2 Pekanbaru Jalan Diponegoro, 22- 23 April 2016.
Hadir dalam acara tersebut Pgs Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili Plh Kabid Penmad, Ilyas M Ag, Kakan Kemenag Pekanbaru Edwar S Umar, Kepala MAN 1 Pekanbaru Drs H Muliardi M Pd, Kepala MAN 2 Norerlinda M Pd, BK IC Serpong Drs Rini Kristiani, pihak Shizuoka University Prof Sakiko Kajino Ph D, dan Ms Shiho Mastuo dan peserta workshop.
Acara dibuka langsung oleh Pgs Kakanwil Kemenag Riau melalui Plh Kabid Penmad, Ilyas M Ag, dan menyambut baik adanya kegiatan tersebut. “Kita menyambut baik kegiatan ini, apalagi ini memberi kesempatan pada siswa siswi kita untuk belajar di negara yang lebih maju dari kita. Apalagi selama ini, sudah ada kerjasama pendidikan dengan Amerika dan Autralia, menyusul negara Jepang,” ungkap Ilyas dalam sambutannya.
Ia berharap, workshop karir internasional dan program beasiswa yang ditawarkan Shizuoka University, menjadi penyemangat bagi guru dan siswa untuk terus belajar. Karena guru yang pintar adalah guru yang terus belajar, dan siswa yang pintar adalah siswa yang terus belajar.
Sementara itu, dalam laporannya, Norerlinda M Pd, mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut diikuti oleh seluruh WK dan BK Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau dalam rangka mengembankan WK dan BK dalam karir. Sekaligus memotivasi siswa madrasah untuk belajar ke Luar negeri, khususnya Jepang.
“Siswa madrasah punya banyak kesempatan untuk belajar ke LN, khususnya Shizuoka University Jepang. Dan siswa kita juga sudah ada yang ke Timur Tengah, seperti Kuait, Turki dan lainnya,” jelasnya.
Usai menjadi nara sumber pada Workshop Karir Internasional, perwakilan Shizuoka University akan mengungjungi madrasah- madrasah di Riau dalam rangka memperkenalkan program beasiswa dari negara sakura tersebut.
Kakan Kemenag Kota Pekanbaru, Edwar S Umar dalam sambutannya mengatakan, Indonesia dan Jepang bersahabat sejak lama dan memiliki kemiripan dalam beberapa hal, termasuk dalam pakaian tradisionalnya. Terkait kenapa Jepang begitu perhatian dengan Indonesia, ia mengungkapkan karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan pendudukan yang terbesar di Dunia, sekitar 250 juta jiwa. Sementara pangsa industri terbesar Jepang adalah Indonesia, dan bisa dikatakan Jepang kaya karena Indonesia, sehingga pantas kalau Indonesia memperhatikan Indonesia.
“Banyak hal yang bisa dicontoh dari negara Jepang, khususnya dalam keteguhannya belajar dan bekerja, ketelitian, cinta kesempurnaan, dan orang- orangnya tabah, sabar dan pantang menyerah, jadi wajar jika kita mau belajar ke Jepang. Dan kita berharap kedepan, siswa madrasah kita, minimal 1 orang dalam satu tahun yang berangkat belajar kesana,” harapnya.
Prof Sakiko Kajino Ph D, dalam sambutannya menyebutkan Shizuoka University yang merupakan perguruan tinggi terkemuka di Jepang, sedang menyelenggarakan beasiswa program kolaborasi antara universitas dengan industri yang dinamakan Asia Bridge Program (ABP).
Sakiko mengatakan program ABP ini berupa pendidikan pada jenjang Master dengan perkuliahan menggunakan bahasa Inggris, yang disiapkan untuk membentuk mahasiswa menjadi akademisi dan profesional. Selain itu juga didesain untuk mencetak pemimpin-pemimpin bisnis dan sosial berskala global di masa depan.
“Kami berharap dapat membangun hubungan baik dengan madrasah yang ada di Riau. Karena saat ini perusahaan dan ekonomi di Jepang sangat butuh orang- orang Indonesia untuk bekerja dan belajar di Jepang. Dan kami juga berharap agar orang Indonesia dapat proyek di Jepang, sehingga kita dapat saling bantu satu sama lain,” hadapnya. (mus)