Rokan Hilir (Inmas)- Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Rayon XVII menggelar wisuda 221 santri dari 18 MDTA se- Rayon XVII Kecamatan Bangko Pusako di Halaman MDTA Nurul Qolbi Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako, Ahad (22/5).
Hadir dalam acara wisuda tersebut, Camat Bangko Pusako Sukardi, SP, Kepala KUA Bangko Pusako Muhammad Zuhri, S.Ag, Kepala BPK Bangko Jaya Legirin, Ketua PGRI Kec. Bangko Pusako H. Syamsul Bahri, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh adat, dan Orang tua wali santri.
Acara diawali dengan pawai ta’aruf Jam 7.30 WIB yang dimulai dari Masjid Jami Abdurrahman menuju MDTA Nurul Qolbi. Mengan mengarak wisudawan/wati MDTA, diramaikan ratusan santriwan/wati MDTA lainnya yang belum tamat, dan didampingi oleh orang tua wali santri.
Prosesi wisuda santri dimulai Jam 09.30 WIB oleh Panitia Wisuda Santri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Muhammad Zuhri, S.Ag mewakili Kepala Kantor kementerian Agama Kab. Rokan Hilir. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan kepada anak-anak santri yang di wisuda hari ini, “jangan sampai berhenti disini dalam mempelajari ilmu-ilmu agama terutama belajar Al-quran.” pintanya
Lanjut M. Zuhri, “terus belajar ke tingkat yang lebih baik lagi sehingga dengan ilmu agama hidup kita lebih terarah dan dengan mempodomani Al- Quran sabagai tuntunan hidup, kita akan selamat dari dunia sampai akhirat.”
M. Syahri, S.Pd.I, Ketua KKDT Rayon XVII dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tiada terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah ikut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan wisuda ini, sebab kegiatan ini adalah dalam rangka peningkatan syiar agama Islam.
Dikatakannya, belajar di MDTA sangat besar manfaatnya di hari tua, sebab sejarah telah mencatat, ternyata banyak diantara umat Islam, yang ilmu pengetahuan dan pengamalan agamanya sampai saat ini, adalah yang mereka dapatkan ketika masih belajar di madrasah Kuttab (istilah masyarakat Rokan Hilir) dulu.
“Kita pandai baca Alquran, pandai berwudhuk, azan, sholat, bahkan jadi Imam sholat, puasa, rajin berinfaq, bersedekah, berwakaf, suka menolong orang lain, dan lain sebagainya, berkat pelajaran di MDTA. Bahkan ada yang sudah menjadi tokoh agama, ilmunya hanya berasal dari MDTA,” tegasnya. (Nasuha)