Jakarta (Inmas)- Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Kementerian Agama RI dalam waktu dekat akan meluncurkan Webportal Versi 4.0 yang merupakan penyempurnaan dari webportal sebelumnya. Webportal V 4.0 memiliki fitur- fitur lebih sempurna, indah, aman, dan lebih cepat diakses.
Hal tersebut diungkapkan Pgs Kapinmas melalui Kabid TIK Pinmas Kemenag RI, Ahmad Gufron, yang didampingi Kasubbid I dan Kasubbid II saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan In House Training Web Portal V. 4 dan SPSE V. 4 di Ruang Sidang Setjen Lantai 2 Kemenag RI, Selasa (21/6).
“Dalam kegiatan In House Training ini ada beberapa yang kita kenalkan, yaitu Portal V 4.0, Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 4.1, mail dinas baru kemenag dan rupawan. Untuk portal, kemungkinan hanya berlaku tahun 2016 ini, karena kita wacanakan pada tahun 2017 webportal sudah dilakukan secara mandiri oleh kemenag masing- masing provinsi,” jelas Gufron seraya berharap agar kegiatan In House Training dapat diikuti secara serius oleh peserta yang merupakan utusan masing- masing kanwil Kemenag se Provinsi Riau untuk nanti diaplikasikan ditempat tugas masing- masing.
Sementara itu, Narasumber In House Training Webportal V 4.0, Arief Mudzakkir, dalam penjelasannya menyebutkan, selain fitur- fitur yang lebih disempurnakan, webportal V 4.0 merupakan kolaborasi Kemenag dengan unit- unit kerja yang ada. Dalam Webportal V 4.0 tersebut, ada beberapa yang baru, seperti tampilan portal baru dengan dukungan 3 bahasa, Indonesia, Inggris dan Arab. Caption foto pada modul berita, tampilan lebih komplek dengan tab bar, tersedia kolom berita terpopuler, tampilan portal bisa dirubah melalui CMS, statistic pengguna situs web, kolaborasi dengan media social, editor CMS dengan desain baru yang memudahkan proses copy paste dari editor Microsoft word, modul majalah dan modul opini.
“Perbedaan yang paling dramatis perbedaannya adalah lebih karena tidak lagi gunakan rumus- rumus. Selain itu, kolom search lebih diperluas, klasifikasi lebih jelas, bisa foto saja, berita saja, foto saja dan sebagainya, rage waktu juga bisa ditentukan,” jelas Arief.
Sementara itu, terkait dengan adanya kolaborasi dengan media social, menurut Arief aka nada keuntungan yang bisa didapatkan, yaitu mudah diakses oleh masyarakat. Karena masyarakat Indonesia 70 persen sudah gunakan internet, dan 80 % sudah jangkau media social.
“Untuk itu informasi yang di web bisa di share ke media social, sehingga informasi bisa mudah diakses masyarakat. Media social jadi tantangan untuk bisa kolaborasi, baik facebook, twitter, instagram dan sebagainya. Namun sampai saat ini kita masih sebatas facebook dan twitter,” ungkapnya seraya menjelaskan meski webportal V 4.0 tersebut sudah hampir finising, namun launchingnya belum dapat dipastikan. (mus)