Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kabid Pendidikan Madrasah H Asmuni MA, Selasa (22/8/2017) menghimbau agar masyarakat untuk waspadah dengan modus baru yang mucul yang mengatasnamakan Kementerian Agama, seperti pemberian bantuan beasiswa untuk siswa siswi madrasah dan RA berprestasi.
Kata Ahmad Supardi, seperti yang disampaikan oleh Kasubbag Publikasi dan Humas Ditjen Pendis Muhtadin di Jakarta kemarin, bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tidak pernah menyampaikan surat edaran baik melalui situs web maupun surat elektronik seperti yang banyak beredar saat ini.
“Modus penipuannya adalah dengan mengirimkan surat ke RA dan
Madrasah untuk meminta nama-nama siswa berprestasi yang ada di madrasah. Kemudian dengan alasan tertentu meminta sejumlah
uang sebagai pembayaran,” jelasnya. “Walau di Provinsi Riau belum kita temukan kasus ini, namun kita minta pihak madrasah dan RA harus
benar- benar mengantisipasi kasus ini, dan jika memang mendapatkan surat yang
mencurigakan dan tidak jelas tujuannya, konformasi langsung ke Kekemang atau pihak
yang terkait,” himbaunya dan memperlihatkan salah satu contoh surat palsu yang beredar di madrasah dan RA yang dikirimkan oleh Ditjen Pendis.
Sesuai yang disampaikan Kasubbag Publikasi dan Humas Ditjen Pendis Muhtadin, jika madrasah atau masyarakat umum menerima surat pemberitahuan atau surat edaran sejenis dapat melalukan tindakan sebagai berikut, pertama, tidak memberikan respon kepada janji-janji dan penawaran yang berasal dari orang atau alamat surel yang tidak ketahui atau meragukan; Kedua, jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapa pun yang tidak dikenal atau dipercaya. Ketiga, mewaspadai terhadap informasi dari alamat akun yang bukan resmi milik lembaga; dan keempat, mengkonfirmasi dan mengkoordinasikam dengan menghubungi bagian yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran surat yang diterima. (mus)