0 menit baca 0 %

Waspada!!! Penipuan Mengatasnamakan Kementerian Agama Riau Beredar di Masyarakat

Ringkasan: Riau (Inmas)- SMS penipuan mengatas namakan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau kembali beredar di masyarakat. Kamis 12 Oktober 2017, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA kembali mendapatkan informasi adanya masyarakat yang menerima pesan yang mengatas namakan dirinya.Menurut Kasubbag I...

Riau (Inmas)- SMS penipuan mengatas namakan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau kembali beredar di masyarakat. Kamis 12 Oktober 2017, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA kembali mendapatkan informasi adanya masyarakat yang menerima pesan yang mengatas namakan dirinya.

Menurut Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Riau, Dedi Sahrul S Kom M SI, membenarkan hal tersebut, bahwa pesan yang dikirim oleh oknum tak dikenal, diteruskan oleh penerima pesan ke Kakanwil Kemang Riau.

SMS tersebut berisi “Asslamu alaikum wb wr selamat pagi ni saya dengan pak rahman spd stap puad, dari kantor kementerian agama provensi riau. Ini tadi dapat pesan rekomendasi langsung dari bapak KANWIL yaitu bapak DRS H AHMAD SUPARDI,MA 19660803331993021001.bahwa ketua pengurus MASJID al hijrah disana di minta ijin waktunya untuk menghubungi pak KANWIL melalui via telpon karna ada hal penting yang ingin disampaikan, penting sifatnya.silakan Hub.085286491332 Terimakasih”.

“Info dalam SMS ini sangat tidak jelas, orang- orang nya juga tidak jelas, karena ini memang SMS yang dikirim orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk menindaklajuti, saya akan berkoordinasi dengan Polda untuk melacak nomor- nomor SMS gelar yang berisi penipuan mengatasnamakan Kanwil Kemenag Riau,” tegas Dedi.

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat mewaspadai dan tidak percaya dengan SMS yang beredar mengatas namakan Kanwil Kemenag Riau. Karena pihak Kementrian Agama tidak pernah melayangkan surat atau jenis lainnya melalui SMS, apalagi yang berhubungan dengan bantuan dan beasiswa.

“Kita selalu mengirimkan surat resmi untuk menghinformasikan informasi terbaru, jika itu berhubungan dengan dana bantuan maka akan ada tim yang melakukan verifikasi ke lapangan dalam rangka mendata dan meninjau kelayakan objek yang akan menerima bantuan. Tidak melalui SMS apalagi sampai meminta setoran diawal sebagai biaya administrasi dan sebagainya,” terangnya dan menghimbau jika ada sms atau surat yang tidak jelas yang meminta storan uang hendaknya berkoordinasi langsung dengan Kementerian Agama. (mus)