0 menit baca 0 %

Wartawan Harus Punya Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ringkasan: Jakarta (Humas) – Ciri-ciri bahasa Indonesia jurnalistik itu adalah hemat kata, ringkas dan akurat. Selain itu harus jelas, padat dan sederhana agar mudah dimengerti publik. Hal itu disampaikan Mulyo Sunyoto saat menyajikan materi Bahasa Indonesia Jurnalistik pada Workshop Peningkatan Kapasita...

Jakarta (Humas) – Ciri-ciri bahasa Indonesia jurnalistik itu adalah hemat kata, ringkas dan akurat. Selain itu harus jelas, padat dan sederhana agar mudah dimengerti publik.

Hal itu disampaikan Mulyo Sunyoto saat menyajikan materi Bahasa Indonesia Jurnalistik  pada Workshop Peningkatan Kapasitas Tenaga Kehumasan Kemenag di Gedung LKBN Antara, Pasar Baru Jakarta Pusat, Rabu (03/06).

Lebih lanjut Mulyo Sunyoto menyampaikan bahwa wartawan harus menulis kata dengan benar untuk itu wartawan seyogyanya memiliki kamus Bahasa Indonesia. 

“Tulis kata-kata sesuai dengan yang terdapat dalam KBBI, dan jika menulis nama pejabat, tidak perlu menuliskan embel-embel gelar sarjananya kecuali menyangkut profesi spesialis, seperti ahli atau pakar yang mumpuni dalam suatu bidang,” kata Mulyo.

Mulyo juga berpesan agar dalam menulis hendaknya wartawan memilih kata-kata yang netral, bukan kata-kata yang mengandung kontroversi dan multi makna.

Alumni Universitas Sebelas Maret ini juga mengingatkan pengelola website dan majalah di Kementerian Agama agar punya panduan yang seragam dalam menulis kata atau istilah tertentu. “Panduan itu diikuti bersama dan mesti konsisten,” katanya.

Pada kesempatan itu Mulyo Sunyoto juga mengingatkan peserta agar dalam menulis kata Kakanwil tidak perlu Ka.Kanwil yang selalu tertulis pada beberapa website kanwil kemenag. “Misalnya Kapolri. Bukan Ka.Polri kan?” katanya tertawa. “Silahkan Anda baca di media besar seperti Kompas, Antara, Republika dan lain sebagainya,” kata Mulyo menutup tawanya. (ghp)