Riau (Inmas) - Para biksu, sramanera, Sramaneri, Sangha dan majelis melakukan penyemayaman air suci di Candi Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kabupaten Kampar pada Sabtu(25/5/2019) sore. Terlihat ribuan umat Budha membanjiri pelataran Candi Muara Takus. Mereka datang dari 26 Provinsi di seluruh Indonesia.
Perayaan Hari Tri Suci Waisak kali ini mengambil tema "Mencintai Tanah Air Indonesia".
Ketua Umum Majelis Budhayana Amin Untario mengungkapkan perayaan Dharma santi Hari Waisak Nasional merupakan momen yang harus terus dilestarikan.
Disebut Hari Raya Tri Suci Waisak karena pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting sebutnya. Pertama, Kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M, kedua, tercapainya penerangan sempura oleh Pertama Gautana pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M, dan terakhir Mangkatnya Sang Buddha Gautama di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
Sesuai tema yang diusung pada Waisak Nasional tahun ini "Mencintai tanah air Indonesia" harus betul betul memahami arti cinta kepada tanah air itu sendiri. Sebagai umat Budha yang baik, harus mampu menebarkan kasih sayang dan kebaikan.
Dengan rangkaian do’a aspirasi untuk keselamatan bangsa dan negara, diawali dengan proses mengelilingi candi dengan membawa Air Suci dari enam sumber Air Sungai Indragiri Hulu-Rengat, Air Terjun Guru Gemuari di Kampar, Air Sungai Kampar di Kampar, air sungai Siak di Siak, Air panas kawan di Rohul, air sungai bungsu di Kampar Kiri, sembari membawa pelita yang sumber apinya diambil dari Bengkalis.
Penyemayaman ini menjadi bagian dari prosesi ibadah umat Buddha pada perayaan Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang dipusatkan di Candi Muara Takus Kabupaten Kabupaten Kampar Sabtu (25/5/2019) malam.
Sebelum air suci disemayamkan di dalam candi, umat bersama para biksu melakukan puja bakti (doa bersama) di pelataran Candi Muara Takus.
Selanjutnya, mereka melakukan pradaksina atau mengelilingi candi sebanyak 3 kali. Sejumlah biksu tampak membawa periuk berisi air berkah.
Bagi umat Buddha, air merupakan sarana puja bakti umat yang memiliki makna keberkahan. Air adalah sumber kehidupan semua makhluk. Air untuk membersihkan batin menjadi bersih, dan menghilangkan hal-hal yang buruk pada manusia.
Air suci di dalam Agama Buddha menjadi satu filosofi yang sangat tinggi. Dimana air memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup tanpa terkecuali.
Menurut umat Budha sebagai manusia harus mempunyai sifat mirip dengan air yaitu memberikan kehidupan. Dalam diri manusia harus ada sebuah cinta kasih yang tak terbatas. Sebab, cinta kasih inilah yang membuat hati tenang, tenteram, damai dan membawa kebahagian untuk orang lain bahkan kepada semua makhluk.(vera/adi)