0 menit baca 0 %

Wabup Siak: Seni Adat Suku Asli Anak Rawa Harus Dikembangkan

Ringkasan: Siak (Humas) – Sebagai wujud komitmen Pemkab Siak dalam mengembangkan dan melestarikan budaya melayu, Pemkab Siak terus mendorong dan mengapresiasi berkembangnya budaya daerah, khususnya suku asli anak rawa dan suku sakai. "Kita patut berbangga adanya Pagelaran Seni Adat Suku Asli Anak Rawa De...

Siak (Humas) – Sebagai wujud komitmen Pemkab Siak dalam mengembangkan dan melestarikan budaya melayu, Pemkab Siak terus mendorong dan mengapresiasi berkembangnya budaya daerah, khususnya suku asli anak rawa dan suku sakai.

"Kita patut berbangga adanya Pagelaran Seni Adat Suku Asli Anak Rawa Desa Penyengat, ini meneguhkan keberadaan Kabupaten Siak sebagai Truly Malay di Riau. Acara adat ini harus dikembangkan," kata Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi saat menghadiri pegelaran Pentas Adat Suku Asli Anak Rawa, Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit.

Lebih lanjut Alfedri menyampaikan, "Tari Gendong dan tari Gong yang baru saja ditampilkan, hendaknya terus dikembangkan dan bisa ditampilkan pada festival budaya Siak Bermadah yang sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Siak".

Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Siak Kadri Yafiz menyampaikan Pemkab Siak telah tiga tahun lalu membangun gedung SD dan SMP di Desa Penyengat. Hal ini dilakukan agar anak-anak Desa Penyengat dapat menikmati pendidikan, layaknya anak-anak lainnya di Kabupaten Siak.

Alit SPd, salah satu tokoh masyarakat suku anak rawa, menyampaikan, "Tari Gendong merupakan pesembahan pada upacara adat. Tari Gendong dan Gong ini merupakan cara kami menghormati roh nenek moyang, dan tari ini juga sebagai tari pesembahan kepada raja-raja di Siak pada zaman dahulu".

Tampak hadir Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, Kepla Kankemeneag Kabupaten Siak H. Muharom, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak Kadri Yafidz, Camat Sungai Apit, Kapolsek Sungai Apit, Kades se Sungai Apit serta ratusan warga Desa Penyengat. (gn)