Kampar (Inmas) – Hari Raya Enam atau dikenal juga dengan Ziarah Kubur yang dilaksanakan di Lingkungan Tanjung, Kel. Pasir Sialang, Kec. Bangkinang, tahun ini kembali di hadiri oleh Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH hari Sabtu (25/07).
Pelaksanaan Ziara Kubur tahun ini di Tanjung agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yang mana pada tahun ini, bagi seluruh peserta ziarah yang ikut ziarah kubur dari awal hingga akhir, diberikan satu kupon undian untuk memperebutkan hadiah-hadiah menarik, seperti kompor gas, kipas angin, dispenser, kain sarung dan puluhan hadiah hiburan lainnya. Undian tersebut langsung di cabut oleh Wakil Bupati Kampar.
Sebelum mencabut undian, Wabup Ibrahim Ali dalam kata sambutannya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat, karena adanya janji-janji yang belum dapat terpenuhi selama Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Kampar saat ini.
Dikatakannya “ Terus terang saja, selama ini saya tidak di beri Fungsi sama sekali sebagai Wakil Bupati, sehingga saya tidak bisa berbuat banyak apalagi untuk memenuhi janji-janji saya sewaktu kampanye dulu, Insya Allah kalau memang ada dukungan dari masyarakat, saya siap maju menjadi orang nomor satu di Kampar ini, dan saya juga siap mewakafkan diri saya ini untuk memajukan Kabupaten Kampar, bukan merampas hak-hak dan menzolimi masyarakat Kampar seperti saat ini.
Oleh karena itu, mari kita bulatkan tekad, kita jaga kekompakan, kita berjuang bersama-sama dalam memajaukan Kab. Kampar yang kita cintai ini, tegasnya di hadapan ratusan masyarakat Tanjung.
Sementara itu, ketua Panitia Ziarah Kubur Lingkungan Tanjung Abuya Sofyan yang juga merupakan Tokoh masyarakat juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Wakil Bupati yang hampir setiap tahun hadir bersama-sama kami di Lingkungan Tanjung ini.
Menurut Sofyan, Beliau hadir di Tanjung ini karena Ia merupakan salah seorang putra terbaik daerah ini, Datuk Beliau adalah Putra Tanjung yang berasal dari Kampung Tukang dan bagi kami masyarakat disini Pak Ibrahim bukanlah orang asing, tetapi Keluarga yang berkunjung di rumah keluarganya. “ Seandainya Pak Ibrahim mencalonkan diri kembali menjadi orang nomor satu di Kampar, walupun tidak dimintak, Insya Allah kami siap mendukung beliau.”pungkas Syofyan.
Ditempat yang sama, Gustika Rahman SPd I yang akrab di panggil Agus ketika dimintai tanggapannya seputar Ziarah kubur mengatakan, acara tradisi ziarah kubur ini adalah sebagai wadah bersilaturahmi bagi seluruh masyarakat Bangkinang. Selanjutnya ziarah kubur atau Raya Enam ini juga membuat seluruh sanak family yang berada diluar daerah bahkan yang bekerja di negara tetanggapun kembali untuk berkumpul bersama dengan keluarga di kampung halamannya.
Inilah tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan Masyarakat di Bangkinang, dengan harapan Semoga acara tradisi ini menjadikan kita untuk selalu berkumpul bersama, bersilaturahmi, dan memanjatkan do’a-do’a dan surat-surat pendek untuk mengenang keluarga yang telah mendahului kita, ucap Agus.
Tetapi inti dari semua ini, yaitu memaknai arti dari Aghi Ayo Onam “Hari Raya Enam” tersebut yaitu melaksanakan puasa enam setelah hari raya idul fitri yang dimulai dari 2 sampai 7 Syawal, karena pada hari ke 8 atau ke 9 Syawal yang bertepatan pada Hari Raya Enam kita akan merasakan makna dari kegiatan ini. Oleh karena itu, mari kita Niatkan tradisi ini untuk berziarah seraya terus mengharapkan ridho Allah SWT, dan jangan sampaikegiatan ini tercoreng dengan hal-hal yang tidak baik, pungkas Agus. (Ags)
(edit:vera)