0 menit baca 0 %

Ustadz Fauzan, Lc: Tanamkan Tauhid Sejak Dini

Ringkasan: Siak (Inmas) Dalam Mau izhoh Hasanah yang disampaikan di hadapan para guru Raudhatul Athfal (RA) sampena Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke 15 tahun 2017. Al-Ustadz Fauzan, Lc dari Kota Pekanbaru menyampaikan materi tentang pentingnya penanaman Tauhid kepada peserta didik sejak dini.

Siak (Inmas) – Dalam Mau’izhoh Hasanah yang disampaikan di hadapan para guru Raudhatul Athfal (RA) sampena Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke 15 tahun 2017. Al-Ustadz Fauzan, Lc dari Kota Pekanbaru menyampaikan materi tentang pentingnya penanaman Tauhid kepada peserta didik sejak dini. Fauzan menjelaskan, jika Tauhid yang menjadi landasan utama dalam membentu kepribadian karakter seseorang dilakukan sejak dini, maka kelak insan-insan berkarakter Islami akan bermunculan.

Dalam pemaparannya kepada para guru, al-Ustadz Fauzan, Lc mengatakan pentingnya menyiapkan generasi penerus Islam yang berkualitas dan memiliki akidah yang kokoh. “Pendidikan tauhid sejak dini untuk anak-anak wajib kita lakukan. Karena dengan keyakinan kuat pada agama Islam, kita akan siap menghadapi segala macam tantangan zaman. Keimanan adalah hal pertama yang harus ditanamkan pada anak-anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sebagai Muslim kita juga wajib untuk memperbaiki dan mengokohkan keimanan dengan terus berpegang teguh kepada al-Quran. “Ketika al-Quran dan Sunnah menjadi pegangan hidup, maka keimanan akan terus diperkuat. Namun, hal ini juga harus dibarengi dengan ilmu. Perpaduan ilmu dan keimanan akan melahirkan adab dan akhlak mulia,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Fauzan juga menjelaskan tentang bagaimana mempelajari beberapa hal yang berkenaan dengan akidah. Menurutnya, memberi penjelasan atau informasi terkait akidah kepada anak itu berbeda dengan menanamkan keyakinan. “Pengetahuan tidak bermanfaat apa-apa kalau orang itu sudah yakin. Banyak orang tau banyak hal, tapi dia  tetap melakukannya meskipun dilarang. Jadi paham saja tidak mempengaruhi apa-apa karena itu bukan mencintai,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya, seorang guru atau orang tua setidaknya harus membangun dua hal bagi diri anak. Pertama, menjadikan sosok yang dapat dipercaya oleh anak. Kedua, menumbuhkan sikap hormat anak terhadap orangtua dan guru. “Bicaralah dengan perkataan yang benar, jujur dan bijaksana serta mudah diterima oleh anak. Tidak dengan memaksanya, tetapi dengan teladan yang baik bagi anak,” ucapnya.

“Buat si anak merasa orangtuanya patut untuk dimuliakan. Kalau anak hormat, dia akan tetap taat meski orangtua sedang tidak ada didekatnya. Dua hal penting ini akan memberikan kemudahan bagi orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Jika itu belum ada, maka berarti orangtua atau guru harus memperbaiki,” pungkasnya. (Hd)