0 menit baca 0 %

Usai Serah Terima SK EHA, Gubri Minta Pelayanan Jamaah Disamakan Dengan Embarkasi Batam

Ringkasan: Riau (Inmas) - Seperti diketahui, SK penetapan Embarkasi Haji Antara Riau dari Kementrian Agama (Kemanag) RI, akhirnya terbit. SK penetapan embarkasi haji antara Riau dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia sudah tandatangani oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Riau (Inmas) - Seperti diketahui, SK penetapan Embarkasi Haji Antara Riau dari Kementrian Agama (Kemanag) RI, akhirnya terbit. SK penetapan embarkasi haji antara Riau dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia sudah tandatangani oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Untuk itu Pemprov Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Teknis Persiapan Pelaksanaan Embarkasi Haji Antara dengan kabupaten dan kota se Provinsi Riau, guna membahas pelaksanaan keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Riau pada musim haji tahun ini, Rabu (24/04).

Rakornis itu merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Penetapan penetapan Embarkasi Haji Antara Riau berdasarkan Keputusan Menag RI nomor 167 Tahun 2019.

Gubernur Riau H Syamsuar dalam sambutannya menyampaikan ucapan  terimakasih dan apresiasi yang  tinggi atas terbitnya SK Penetapan Embarkasi Haji Antara dari Menag RI untuk Riau. Ia mengaku cita cita Riau ingin memiliki embarkasi haji antara Riau sudah sejak lama pada Tahun 2016, bahkan telah diperjuangkan secara maksimal oleh Pemprov Riau beserta instansi terkait.

“Dengan tebitnya SK sekarang ini, semoga akan memberikan manfaat besar bagi jamaah dan makin mempermudah jamaah haji, mulai tahun ini dan usaha yang kita lakukan menjadi amal sholeh disisi Allah SWT”, katanya.

Lebih lanjut dikatakannya pihaknya sangat ingin Riau memiliki Embarkasi haji penuh, mengingat animo masyarakat Riau berangkat  ke tanah suci meningkat dari tahun ke tahun, sebutnya. Komitmen Pemprov Riau mewujudkan embarkasi penuh, semoga bisa terwujud di masa datang. Berkat dukungan penuh dari PT Angkasa Pura II, Navigasi Air Bandara dan Kanwil Kemenag Riau, katanya.

Sementara terkait kondisi asrama Embarkasi Antara Riau Syamsuar tidak menampik masih adanya beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan. Namun Ia memastikan hal tersebut tidak akan menggangu proses pelaksanaan rangkaian kedatangan dan kebarangkatan calon jamaah haji selama berada di embarkasi.

Berbagai kebutuhan standart layanan embarkasi Haji Antara Riau terus dibenahi dan dipenuhi mulai ruang kedatangan, ruang keberangkatan, akomodasi kamar, ruang kerja PPIH, akomodasi petugas PPIH, mushalla, fasilitas manasik, gudang bagasi, lift, parkir dan koridor, masih perlu diperbaiki lagi. Sarana dan pra sarana tersebut harus dipastikan memberikan kenyamanan bagi jamaah.

Lebih dari itu, Syamsuar menyebut saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tender pesawat terbang, sembari menyiapkan antisipasi musim kemarau yang  menurut info BMKG akan jatuh pada bulan Juni hingga Agustus.

Saat ini pihaknya mengaku Pemprov Riau bisa langsung melakukan persiapan lelang pesawat dan persiapan panitia penyelenggara haji daerah. Termasuk nanti kita lakukan simulasi keberangkatan calon jemaah haji via bandara dan persoalan teknis lainnya. Selain itu juga terkait bagian keamanan, kesehatan termasuk persiapan anggaran dari Provinsi sudah dipersiapkan secara maksimal, lanjutnya.

“Semoga kuasa Allah berkata lain nantinya, tidak ada kabut asap seperti yang diprediksikan BMKG”, terang Syamsuar.

Terutama pemerintah daerah yang harus mempersiapkan keberangkatan calon jemaah dari daerah ke Pekanbaru. Biasanya kan banyak calon jemaah haji kita yang menggunakan via laut naik kapal, tapi dengan embarkasi antara mereka harus lewat jalur darat ke Pekanbaru.

Syamsuar menambahkan, pihaknya akan menggelar Simulasi, dan geladi dari keberangkatan hingga pemulangan. Walaupun fasilitas tidak sama dengan di Batam, harus dipastikan fasilitas jamaah di Embarkasi haji Antara Riau tidak jauh berbeda dengan pelayanan yang ada di Batam. “Kita harus ready seperti halnya yang dilakukan di batam selama ini”, harapnya.

Pihaknya meminta pejabat berwenang dari Ditjen PHU Kemenag turut mengawal hingga keberangkatan jamaah nanti ke pesawat. “Ini kan contoh perdana, uji coba istilahnya, harapan kami perdana ini bagus, dan tentu jamaah haji akan merasakan pelayanan prima dari kita”, katanya.

Dengan ditetapkannya SK embarkasi haji antara Riau tersebut, maka mulai musim haji tahun ini, calon jemaah haji asal Riau tidak perlu lagi harus menginap di Embarkasi Haji Batam seperti yang selama ini dilakukan.

Sehubungan dengan niat dan cita cita mewujudkan embarkasi penuh, Syamsuar menyambut baik apa yang disampaikan Dirjen PHU Kemenag RI tentang bantuan dana dari APBN untuk embarkasi penuh bila lahan sudah tersedia sesuai standart minimalnya kedepan. “Ini gayung bersambut namanya, apalagi pemerintah dari Menteri Pariwisata telah menetapkan Riau sebagai desnitasi Pariwisata halal, dimana dari hasil dari penilaian Indonesia muslim tourism Indeks, Riau berada pada posisi ke tiga secara nasional setelah Lombok dan Aceh”, ucapnya. Bila perlu ada museum haji di Riau, bisa digunakan nanti untuk destinasi wisata, ucapnya mengulang yang disampaikan Dirjen PHU.

Hadir pada rapat tersebut Kakanwil Kemenag Riau, Kakanwil Kemenkumham, Asisten I Pemprov Riau, Mantan Gubernur Riau Wan Tamrin Hasyim, tokoh tokoh Riau, Ketua Majelis Kerapatan Adat, Ketua MUI, Forkopimda Riau, Kakankemenag Kab/kota, GM Angkasa Pura, dan Dinkes se-Riau.(vera/adi)