Bengkalis
(Inmas) – Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis yang tergabung pada Kloter
10 embarkasi Batam melaksanakan ibadah haji tamattu’, antara lain dengan
menyaksikan pemotongan hewan (DAM) sesuai syari’at haji. Penyembelihan hewan
Dam ini merupakan konsekuensi dari haji tamattu, yakni melaksanakan umroh wajib
sebelum hari puncak di Arafah.
Sebagaimana yang
disampaikan oleh ketua Kloter 10 BTH Ibrahim SAg, pada Kamis (25/07/2019) Alhamdulillah
pagi ini, jamaah haji melaksanakan penyembelihan hewan ternak berupa dam.
Selanjutnya Ibrahim
menyampaikan pemilihan melaksanaan haji tamattu’ ini dirasakan yang paling
memungkinkan oleh jamaah haji Indonesia, termasuk jamaah yang tergabung pada
Kloter 10 BTH asal kabupaten Bengkalis, dengan pertimbangan beberapa aspek
manfaat serta mencegah kemudharatannya.
“Aktivitas
jamaah Kloter 10 BTH pada hari ini adalah menyaksikan penyembelihan hewan Dam,
diikuti dan disaksikan secara langsung oleh jamaah ke tempat pemotongan hewan
di lokasi yang bernama Akasiah. Dan masih banyak tempat pemotongan hewan
lainnya di Mekkah” ungkap Ibrahim.
Jamaah Kabupaten
Bengkalis Kloter 10 BTH berangkat ke lokasi pemotongan dengan menggunakan bus
pada pukul 06.00 dan berakhir pada pukul 08.20 Waktu Arab Saudi, atau sekitar
pukul 12.20 WIB.
Ibrahim juga
menyebutkan bahwa untuk pemotongan Dam Haji tamattu’ ini langsung dibayar
bersama mukimin atau penduduk tempat yang berasal dari Indonesia dengan daerah
Mekkah dan Madinah. “Memang kita bayar bersama mukimin setempat, jamaah hanya
menyaksikan pemotongan dengan meyebutkan satu persatu nama jamaah yang hewannya
akan dipotong” tegas Ketua Kloter 10 BTH.
Selanjutnya,
setelah prosesi pelaksanaan penyembelihan hewan selesai, jamaah dibawa
menziarahi tempat bersejarah, yakni di Jabbal Rahmah. Tempat bersejarah dimana
nabi Adam AS dan Siti Hawa bertemu kembali setelah berpisah ratusan tahun, usai
diturunkan ke bumi dari surga oleh Allah, karena memakan buah terlarang yakni
khuldi.
Selanjutnya jamaah diajak
untuk meninjau langsung padang arafah yang akan menjadi lokasi wukuf pada
pelaksanaan puncak haji nantinya. Hal ini dilakukan agar jamaah mengetahui dan
mengenal langsung lokasi saat wukuf di Padang Arafah. (rls)