0 menit baca 0 %

Urais Rapat Persiapan Rukyatul Hilal Awal Syawal 1437 H

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Bidang Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah (Urais dan Binsyar) Kanwil Kemenag Riau menggelar Rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Riau dalam rangka persiapan Rukyatul Hilal Awal Syawal 1437 H/ 2016 M di Aula Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Jumat (7/1).

Pekanbaru (Inmas)- Bidang Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah (Urais dan Binsyar) Kanwil Kemenag Riau menggelar Rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Riau dalam rangka persiapan Rukyatul Hilal Awal Syawal 1437 H/ 2016 M di Aula Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Jumat (7/1). Hadir dalam acara tersebut semua unsur- unsur yang mewakili pelaksanaan Rukyatul Hilal Provinsi Riau.

Kabid Urais Asmuni MA mengatakan, Rukyatul Hilal tetap akan dilaksanakan pada Senin 4 Juli 2016 di Hotel Premiera Jalan Sudirman Pekanbaru walau sudah ditetapkan untuk menggunakan metode Istikmal atau penggenapan, penyempurnaan jumlah hari pada bulan ramadhan menjadi 30 hari dengan dihadiri beberapa orang teknis dan syahid.

Sementara itu, Badan Hisab Rukyat Provinsi Riau, H Hajar Hasan menjelaskan, lebaran tahun ini atau penentuan Syawal tidak akan ada perbedaan antar Ormas– oramas Islam besar, kecuali ormas- ormas kecil. Karena menurut Hajar Hasan, hasil hisap hampir seluruh ormas Islam menggunakan metoda yang sama, maka hasil yang diperoleh sama. Bahwa bulan masih minus 1 derajat lebih dibawah ufuk. Ketika terjadi ijtimak pada hari Senin saat matahari akan terbenam, jika terjadi pada 17.00- 18.00 bisa dipastikan bahwa hilal masih dibawah ufuk. Karena ijtimak pada 18.00 maka semua ahlul hisab dengan metode yang sama menghasilkan hasil yang sama, Senin bulan masih berada di bawah ufuk atau bulan masih minus.

Dengan demikian, hari Selasa masih bulan yang berjalan, atau masih bulan Ramadhan. Rabu, baru ditetapkan tanggal 1 Syawal 1437 H, penetapan ini berdasarkan istiqmal (penggenapan, penyempurnaan jumlah hari pada bulan ramadhan) menjadi 30 hari. Konsep ini sama dengan konsep hisap urfi. Ini landasannya sangat kuat, karena memang umar bin khattab menetapkan hisap melalui hisap urfi, sebelum hisap modern seperti saat ini.

“Kalaupun terjadi perbedaan- perbedaan dikangan masyarakat, hanya pada kelompok- kelompok kecil. Disini kelompok- kelompok besar seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Ijtihad Muballighin, termasuk Badan Hisap Rukyat (BHR) mewakili pemerintah sudah terjadi kesepakatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, diperkirakan Senin 1 Juli 2016 bulan masih belum Nampak. Dan hari Rabu, seluruh Indonesia sudah melihat bulan, sekitar 6 derajat. Pola seperti ini sering terjadi penetapan awal bulan qamariah, apakah itu ramadhan, syawal maupun dzulhijjah, dengan menggunakan istilah istikmal. Penetapan 1 dzulhijjah, kemungkinan juga terjadi persamaan, karena Muhammadiyah sudah menetapkan sampai tahun 2020, akan sama. Lagi pula, Ijtima/ kesepakan bahwa bulan baru 2 derajat keatas, ini merupakan mabim atau kesepakatan Negara- Negara Islam di ASEAN. Dengan 2 derajat sudah bisa di rukyat, jika kondisi cuaca terang. (mus)