0 menit baca 0 %

UPZ Kemenag dan Baznas Riau Salurkan Rp74 Juta untuk Mustahik

Ringkasan: Riau (Inmas)- Bersempena menyambut bulan Ramadhan 1438 H, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Provinsi Riau menggandeng Baznas Provinsi Riau menyalurkan dana zakat dengan program Riau Makmur sebesar Rp74 juta untuk 34 mustahik dengan berbagai jenis usaha produktif seperti ternak ikan, warung h...

Riau (Inmas)- Bersempena menyambut bulan Ramadhan 1438 H, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Provinsi Riau menggandeng Baznas Provinsi Riau menyalurkan dana zakat dengan program Riau Makmur sebesar Rp74 juta untuk 34 mustahik dengan berbagai jenis usaha produktif seperti ternak ikan, warung harian, pembibitan bunga, menjahit, catering, jualan buah, mie aceh, dan sebagainya.

Penyerahan dana dalam bentuk dana bantuan usaha tersebut dilaksanakan pada kegiatan Silaturrahim dan Maaf- Maafan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H di Aula Kanwil Kemenag Riau, Jumat (26/5/2017) dengan dihadiri seluruh pejabat, pegawai dan mustahik penerima bantuan modal usaha Riau Makmur.

Penyaluran dana bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag TU Drs H Mahyuddin MA, Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos, Ketua Baznas Riau H. Yurnal Edward SE M SI, dan Wakil Ketua II Baznas Riau DR H Saidul Amin MA.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya menyebutkan, bagian terpenting dalam proses manajemen zakat adalah tahap pendistribusian/pendayagunaannya, bahkan Al-Qurโ€™an pun lebih memperhatikan tahapan pendistribusian/pendayagunaan ini. Hal ini wajar karena proses inilah yang langsung bersentuhan dengan sasaran penerima zakat (mustahik). Hal penting dalam pendayagunaan zakat untuk mencapai tujuannya adalah berkaitan dengan berapakah dan dalam bentuk apakah zakat sebaiknya diberikan kepada mustahik zakat.

โ€œOleh sebab itu kita berharap dengan adanya bantuan pemberdayaan zakat produktif yang telah diverifikasi dan disurvei ke lapangan ini bisa benar-benar berguna dan manfaatnya dapat dirasakan oleh mustahik zakat,โ€ paparnya.

Sementara itu, Kabid Penaiszawa yang juga merupakan Ketua Pepengurusan UPZ Kanwil Kemenag Riau, H. Muhammad saman, S.Sos., M.Si, menyebutkan, pemanfaatan dana zakat sebagai salah satu instrumen dalam menangani kemiskinan di Provinsi Riau serta kurangnya data dampak peran zakat terhadap penanggulangan persoalan kemiskinan menjadi tantangan besar bagi lembaga pengelola zakat, dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat di semua tingkatan.

Untuk itu Kepengurusan UPZ yang diangkat dan sahkan oleh Ketua Baznas Provinsi Riau mampu meningkatkan pengumpulan zakat, infak/ sedekah dari tahun ke tahun. Pengumpulan ZIS selama tahun 2016 mencapai Rp172.210.861 dari 159 orang pejabat/ pegawai yang beragama Islam.

โ€œDari hasil pengumpulan dana zakat, infak/ sedekah, 60% pengumpulan ZIS disetor ke Baznas Provinsi Riau. Namun di tahun 2017 ini, dengan adanya Peraturan Baznas Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan tata Kerja Unit Pengumpul Zakat, ย maka berdasarkan aturan tersebut pengurus UPZ Kanwil Kemenag Provinsi Riau akan menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahun 2017 agar bisa mengelola dana zakat sebesar 70%,โ€ ucap Saman.

Ditambahkan, Wakil Ketua II bagian pendistribusian/pendayagunaan Baznas Provinsi Riau yang dijabat oleh DR. H. Saidul Amin, MA mengharapkan agar dana zakat yang disalurkan ini mampu mengangkat perekonomian mustahik zakat, dimana ย pendampingan yang dilakukan oleh petugas amil zakat selama ini telah berjalan dan petugas pendamping lapangan ini mampu mengarahkan mustahik baik secara ekonomi, sosial dan pembinaan keagamaan. (mus/jon)