0 menit baca 0 %

Upacara rutin Senin pagi, peringati Hari Kesadaran Nasional

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)  Sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga denga...

Pekanbaru (Inmas)  Sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). PPK merupakan upaya untuk menumbuhkan dan membekali generasi penerus agar memiliki bekal karakter baik, keterampilan literasi yang tinggi, dan memiliki kompetensi unggul abad 21 yaitu mampu berpikir kritis dan analitis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Adapun nilai-nilai utama karakter yang menjadi fokus dari kebijakan PPK adalah: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Senin (17/02/2020)

Sebagaimana rutin dilakukan setiap Senin pagi, civitas akademika MAN 4 Pekanbaru melaksanakan upacara bendera, sebagai program PPK dilingkungan madrasah. Melalui upacara bendera ini diharapkan munculnya nilai utama karakter siswa, berupa sikap nasionalisme.

Dalam pelaksanaannya, para guru mayoritas mengenakan seragam Korp pegawai Republik Indonesia (Korpri) , yang berbeda dari seragam setiap senin biasanya, yakni pakaian putih hitam. Saat ditanyakan kepada Kepala TU MAN 4 pekanbaru, Endang Dianita, SE, M. Si jelaskan bahwa "Dikarenakan pada upacara bendera hari ini bertepatan dengan tanggal 17 (Tujuh belas), yang disebut dengan Hari Kesadaran Nasional (HKN), para ASN diwajibkan mengenakan seragam korpri", tukasnya.

Ana Mutaslimah, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan pointer penting dalam amanatnya, meliputi kesadaran bertanggung jawab masing-masing civitas akademika. Momentukm upacara hari ini adalah wadah reflektif tentang sejauhmana peran dan tanggungjawab kita sebagai pelajar, sebagai anak dari orang tua, maupun sebagai hamba Allah. Integrasi antar ketiganya menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia”, tutup Bu Ana, panggilan akrabnya saat mengakhiri amanat. (Zhendri)