0 menit baca 0 %

Untuk Sementara Raih Predikat Petugas Teladan , Begini Petugas Kloter BTH 4 Layani Jemaah

Ringkasan: Riau (Inmas) Berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh petugas jemaah calon haji seluruh Indonesia termasuk Riau kloter BTH 04 yang ditempatkan di hotel 104 wilayah Syisyah I Mekkah.Terlebih lagi saat menghadapi masa puncak haji di Armuzna, menjadi sebuah keharusan memberikan pembinaan dan edukasi i...

Riau (Inmas) – Berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh petugas jemaah calon haji seluruh Indonesia termasuk Riau kloter BTH 04 yang ditempatkan di hotel 104 wilayah Syisyah I Mekkah.

Terlebih lagi saat menghadapi masa puncak haji di Armuzna, menjadi sebuah keharusan memberikan pembinaan dan edukasi intensif kepada jemaah.

Hal itu dilakukan secara rutin oleh para petugas kloter seperti TPIHI, TPHI, TPHD kloter BTH 04, ungkap TPIHI H Hasmir SAg MA kepada humas (30/07) pukul 15.30 WIB atau sekitar 11.30 WAS.

 “Kami melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi kepada jemaah asal kloter BTH 04, pembinaan itu berlangsung selama lebih kurang 3  jam dalam satu hari dari pukul 08.00 - 10.30 WAS  dan ini tiap hari kami lakukan”, sebutnya.  

TPIHI Hasmir mengaku  pada bimbingan rutin itu Ia menyampaikan sejumlah teknis ibadah. Mulai dari pelaksanaan miqat, puncak haji, hingga masalah haid jemaah haji wanita.

Menurut Hasmir bimbingan yang dilakukan kepada jemaah memang harus berkelanjutan dan komunikatif. “Yang lebih utama lagi harus dengan bahasa yang gampang dicerna jemaah dan ilmiah”, katanya.

Tujuannya tak lebih, edukasi dan manasik yang pernah diterima jemaah saat di tingkat kecamatan, kabupaten, TPIHI hingga ke level PPIH daker  bisa berjalan maksimal dan baik, lanjut petugas asal Air Tiris ini.

Penghulu madya ini mengatakan sejumlah strategi yang dilakukannya bersama tim petugas yang diamanahi pada musim haji ini betul betul dirasakan dampaknya bagi jemaah.

Selain melakukan pembinaan intensif, Hasmir bersama Ketua Kloter BTH 04, TKHI, TPHD rutin setiap hari melakukan koordinasi dan memberikan laporan ke sektor I mekkah bahkan melakukan visit jemaah.

“Baik itu laporan dari TPHI, laporan TPIHI, laporan TKHI pihak kesehatan", katanya.

Selain itu TPHI dan petugas lainnya terus melakukan visit dan pembinaan jemaah setiap hari."Sehingga keakraban dan kekompakan tercipta tidak hanya ke sektor tapi juga karu karom dan jemaah lainnya", ujar anak sulung dari 7 bersaudara ini.

Hasmir mengaku tidak tahu dan tidak menduga sama sekali Kloter BTH 04 mendapat predikat petugas haji teladan untuk sementara waktu ini. Mengingat waktu tugasnya juga masih berjalan hingga pasca Armuzna nanti.

Baginya bertugas merupakan ibadah yang harus dilakukan dari hati.

"Tidak menyangka juga, bisa berada pada urutan pertama setelah BTH 07 dan MES 10 ", katanya.

“Kami sama sekali tidak tahu, menurut info terakhir ternyata ada tim survey secara rahasia disana untuk memastikan seluruh indikator kinerja petugas berjalan baik dan optimal, dari jawaban jujur jemaah Kloter BTH 04 mereka memberikan apresiasi ini”, sebutnya lagi.

Menurut info yang diterima, pihaknya mengaku predikat itu tak diraih cuma cuma. 

Dari TPHI Drs Norkholis  meskipun kali pertama menjadi petugas haji sebagai ketua kloter namun sangat koordinatif dan komunikatif, sehingga mudah memberikan pemahaman kepada jemaah, terang Hasmir lagi.

Begitu pula dari sisi kesehatan yang diwakili oleh dr Dewi Rosanti Basri, dan dua tim medis lainnya Ika Irawati Yuliana dan Zulpamilu Sutan Talib selalu mengingatkan jemaah pentingnya kesehatan untuk menjadi haji yang mabrur.

Termasuk dari segi bimbingan ibadah, Hasmir membahas tentang fiqih wanita yang tak bisa tawaf, tak jarang pula ia membahas ilmu fiqih dari sejumlah kitab kuning dan mengupasnya dengan Bimbad sektor I Mekkah.

“Alhamdulillah setiap usai pembinaan melalui dialog tanya jawab dengan jemaah, karena jawabannya ilmiah maka jemaah puas”, imbuhnya.

Apalagi dalam kloter BTH 4 ini cukup banyak jemaah yang berprofesi sebagai dosen. Ada dosen UIN Suska, UIN Sumbar, Unand dan UNP, lanjutnya. 

Baginya bertugas itu adalah ibadah. “Walaupun saya TPIHI, saya tetap membantu tugas ketua kloter semampu saya”, sebutnya. 

Hasmir menyebut efisiensi waktu sangat penting selama melayani jemaah. Dibuktikannya pada waktu pengurusan paspor dimuasasah  Madinah, saat proses pengecekan paspor.

“Pada umumnya kan menghabiskan waktu lain bisa sampai 4 s.d 5 jam alhamdulillah kloter BTH 04 dua jam saja sudah selesai, kendati tenaganya hanya bertiga”, ujarnya.

“Strategi cepat dan tepat, itu harus diupayakan apalagi  saat cek paspor, saya baca satu per satu sembari diceklis oleh ketua kloter, lalu disusun oleh TPHD.

Diakui Hasmir sejak pertama kali mendarat di bandara madinah, jemaah sudah dibiasakan dengan kedisiplinan seperti masuk bus sesuai rombongan, tukasnya.(vera)