Siak (Humas) - Bertempat di Ruang Laboratorium IPA yang di sulap menjadi Aula sementara MAN Siak, romobongan Forum Anak Siak (Fasi) yang diketuai Mira Santika, pemerhati anak dari UNICEF sekaligus perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI Erry Pratama Putra berkesempatan mengunjungi MAN Siak di Jalan DR. Sutomo Siak Sri Indrapura, Sabtu (4/4).
Mendapat kunjungan dari UNICEF dan KPPPA RI serta Fasi, Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan MAN Siak, Zulnilis, S.Pd beserta Majelis Guru menyambut kedatangan mereka penuh dengan keakraban.
Menurut Zulnilis, kedatangan UNICEF, KPPPA RI dan Fasi ini MAN Siak untuk sosialisasi kenalakan remaja dan Gerakan Nasional Anti Kejatahan Seksual Anak (GN-AKSA).
"Beberapa tahun terakhir, sering terjadi kejahatan seksual pada anak, jadi dengan adanya sosialisasi ini diharapkan anak-anak mampu mengantisipasi kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan berikutnya", jelas Zulnilis.
Sementara Erry Pratama Putra yang menjadi keynote speaker pada sosialisasi ini mengatakan, "Jika tidak diantisipasi, pelajar usia 14 s/d 17 tahun mudah terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan negatif seperti pacaran, tawuran dan pernbuatan menyimpang lainnya. Jika hal ini dibiarkan akan merusak masa depan mereka".
Erry yang juga aktif sebagai Koordinator Program Perlindungan Anak di Childpro ini memaparkan bahwa hasil penelitian terhadap remaja usia 14 s/d 17 tahun yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak I ndonesia (KPAI), 97% sudah pernah melihat gambar yang tidak senonoh atau porno. 2.64% remaja sudah pernah berciuman. 3.17% remaja sudah melakukan hubungan seks dan 4.80% melakukan sodomi.
Aktivis perlindungan anak yang tinggal di Jogyakarta ini mengingatkan siswa-siswi kelas X dan XI MAN Siak agar berunggguh-sungguh dalam belajar.
Pada penjelasan penutup, Erry menegaskan kepada para siswa, "Masa depan ditangan kita, bukan ditangan mereka”. (gn)
*edit by novam