Tembilahan (Inmas) – Dalam kondisi keterbatasan
sarana serta aturan yang ketat di Pondok pesantren, saat ini santri pondok
pessantren salafiyah yang ada di kabupaten Indragiri Hilir mengikuti UNBK, terbatas
disini dan ketat maksudnya bisa dikatakan para santri tidak ada mengenal yang
namanya komputer di dalam kegiatan pondok, bahkan Handphone saja dilarang
dimiliki oleh santri, tapi ujiannya memakai komputer, walaupun begitu ketika
sebelum ujian dimulai tim inmas sempat menanyakan kepada santri santri yg
sedang berada di ruangan komputer, apa ada yang tidak bisa menggunakan
komputer, dari tiga ruangan yg ditanya, tidak ada satupun yang mengatakan tidak
bisa, semuanya insya Allah bisa.
Salah satu pengawas silang yang juga merupakan
guru disalah satu ponpes tersebut Ustd Sofyan  dari ponpes Jilussalamah Al-Islami kecamatan Tembilahan
ketika ditanyakan hal ini menyatakan bahwa santri dari ponpes mereka memang
tidak pernah diajari komputer akan tetapi sekitar tiga hari sebelum pelaksanaan
UNBK, para santrinya diajari menggunakan komputer. Hal senada juga disampaikan
oleh Ustd Muhammad Basrowi dari ponpes Nur Darissalam Kecamatan Tempuling.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah santri dari
ponpes Asyifaul Islamiyah kecamatan Mandah yang berada didaerah terisolir
(Terluar, Terdepan Terbelakang) juga bisa mengunakan komputer, padahal komputer
tidak mereka jumpai dalam kegiatan belajar sehari-hari, juga HP pun tidak
diperbolehkan, selain itu dari bincang-bincang diketahui rata rata tiap santri
mengeluarkan biaya yang cukup besar mendekati sejutaan untuk ikut UNBK ini,
dimana biaya tersebut meliputi transport dari Ponpes ke Tembilahan PP, biaya penginapan dan
Konsumsi selama Ujian di Tembilahan.
Kedepannya kondisi ini perlu perhatian dari
pemangku kebijakan pendidikan baik tingkat daerah maupun tingkat nasional,
terutama masalah sarana dan biaya yang dikeluarkan oleh santri, jangan karena negara
menghemat biaya ujian (agar biaya yang dikeluarkan bisa sekecil mungkin) tapi mengakibatkan
para santri harus mengeluarkan biaya yang besar untuk ikut ujian.
Dari data yang diperoleh tim inmas dari PdPontren
kemenag Kab. Indragiri Hilir diketahui bahwa pelaksanaan UNBK Ponpes Salafiyah
se Inhil dipusatkan di MTsN 2 Indragiri Hilir (karena keterbatasan sarana)
dengan diikuti oleh 5 Ponpes yaitu PPs Al-baqiyatussa’adiyah 34 santri, PPs Nur
Darissalam 11 santri, PPs Sabilala Muttaqin 3 santri, PPs Jilussalamah Al-Islami
3 santri dan PPs Asyifaul Islamiyah 12 santri, dengan jumlah santri peserta
ujian 63 orang. Dengan jumlah pengawas silang 6 orang dan 5 orang Proktor dan 1
orang teknisi.
Sesuai dengan jadwal yang ada, UNBK tingkat Ulya ini dilaksanakan
dalam waktu 4 hari yang kesemuanya dilokasi MTsN 2 Indragiri Hilir dengan 3
ruangan ujian, pada hari pertama ujian dilaksanakan pada hari jum’at 12 April 2019 jam 8.30
wib sd jam 10.30 wib sesi pertama dan jam 13.30 wib sd 15.30 wib sesi keduanya.
(Y@r)