0 menit baca 0 %

UNBK Ponpes Salafiyah di Inhil Mengejutkan

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) Dalam kondisi keterbatasan sarana serta aturan yang ketat di Pondok pesantren, saat ini santri pondok pessantren salafiyah yang ada di kabupaten Indragiri Hilir mengikuti UNBK, terbatas disini dan ketat maksudnya bisa dikatakan para santri tidak ada mengenal yang namanya komputer...

Tembilahan (Inmas) – Dalam kondisi keterbatasan sarana serta aturan yang ketat di Pondok pesantren, saat ini santri pondok pessantren salafiyah yang ada di kabupaten Indragiri Hilir mengikuti UNBK, terbatas disini dan ketat maksudnya bisa dikatakan para santri tidak ada mengenal yang namanya komputer di dalam kegiatan pondok, bahkan Handphone saja dilarang dimiliki oleh santri, tapi ujiannya memakai komputer, walaupun begitu ketika sebelum ujian dimulai tim inmas sempat menanyakan kepada santri santri yg sedang berada di ruangan komputer, apa ada yang tidak bisa menggunakan komputer, dari tiga ruangan yg ditanya, tidak ada satupun yang mengatakan tidak bisa, semuanya insya Allah bisa.

Salah satu pengawas silang yang juga merupakan guru disalah satu ponpes tersebut Ustd Sofyan  dari ponpes Jilussalamah Al-Islami kecamatan Tembilahan ketika ditanyakan hal ini menyatakan bahwa santri dari ponpes mereka memang tidak pernah diajari komputer akan tetapi sekitar tiga hari sebelum pelaksanaan UNBK, para santrinya diajari menggunakan komputer. Hal senada juga disampaikan oleh Ustd Muhammad Basrowi dari ponpes Nur Darissalam Kecamatan Tempuling.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah santri dari ponpes Asyifaul Islamiyah kecamatan Mandah yang berada didaerah terisolir (Terluar, Terdepan Terbelakang) juga bisa mengunakan komputer, padahal komputer tidak mereka jumpai dalam kegiatan belajar sehari-hari, juga HP pun tidak diperbolehkan, selain itu dari bincang-bincang diketahui rata rata tiap santri mengeluarkan biaya yang cukup besar mendekati sejutaan untuk ikut UNBK ini, dimana biaya tersebut meliputi transport dari Ponpes  ke Tembilahan PP, biaya penginapan dan Konsumsi selama Ujian di Tembilahan.

Kedepannya kondisi ini perlu perhatian dari pemangku kebijakan pendidikan baik tingkat daerah maupun tingkat nasional, terutama masalah sarana dan biaya yang dikeluarkan oleh santri, jangan karena negara menghemat biaya ujian (agar biaya yang dikeluarkan bisa sekecil mungkin) tapi mengakibatkan para santri harus mengeluarkan biaya yang besar untuk ikut ujian.

Dari data yang diperoleh tim inmas dari PdPontren kemenag Kab. Indragiri Hilir diketahui bahwa pelaksanaan UNBK Ponpes Salafiyah se Inhil dipusatkan di MTsN 2 Indragiri Hilir (karena keterbatasan sarana) dengan diikuti oleh 5 Ponpes yaitu PPs Al-baqiyatussa’adiyah 34 santri, PPs Nur Darissalam 11 santri, PPs Sabilala Muttaqin 3 santri, PPs Jilussalamah Al-Islami 3 santri dan PPs Asyifaul Islamiyah 12 santri, dengan jumlah santri peserta ujian 63 orang. Dengan jumlah pengawas silang 6 orang dan 5 orang Proktor dan 1 orang teknisi.

Sesuai dengan jadwal yang ada, UNBK tingkat Ulya ini dilaksanakan dalam waktu 4 hari yang kesemuanya dilokasi MTsN 2 Indragiri Hilir dengan 3 ruangan ujian, pada hari pertama ujian dilaksanakan pada hari jum’at 12 April 2019 jam 8.30 wib sd jam 10.30 wib sesi pertama dan jam 13.30 wib sd 15.30 wib sesi keduanya. (Y@r)