0 menit baca 0 %

Umat Khonghucu Jalin Cinta Kasih Demi Kerukunan Umat

Ringkasan: Pekanbaru, 19/4 (Humas)- Agama Khonghucu sebagai agama yang diyakini oleh umatnya membimbing manusia hidup dalam Dao (jalan suci). Yaitu mengikuti Xing (Watak Sejati) yang telah difirmankan Tian, yaitu Tuhan yang maha esa yang dengan tegas mengajarkan agar manusia senantiasa mengendalikan nafsu-nafs...
Pekanbaru, 19/4 (Humas)- Agama Khonghucu sebagai agama yang diyakini oleh umatnya membimbing manusia hidup dalam Dao (jalan suci). Yaitu mengikuti Xing (Watak Sejati) yang telah difirmankan Tian, yaitu Tuhan yang maha esa yang dengan tegas mengajarkan agar manusia senantiasa mengendalikan nafsu-nafsunya agar senantiasa harmonis dengan Xing (watak sejati). Antara Tian, Di dan Ren ada keterkaitan dan saling pengaruh yang tidak dapat terlepas satu dengan yang lainnya. Dalam kehidupannya, manusia perlu menyadari akan ke Maha Kuasaan Tian sebagai Prima Causa, ketergantungannya terhadap bumi tempatnya hidup, tetapi manusia juga menyadari peranannya sebagai mahkluk hidup yang berakal budi, yang bertanggung jawab atas kehidupannya. Dalam kaitan ini jalan suci seorang umat Khonghucu mencakup vertical dengan Tian dan Di dan hubungan horizontal dengan Ren, sesama manuia dan sesama mahkluk. Demikian disampaikan Ketua Umat Khonghucu Riau Ws. Djalius SH saat menyampaikan materi tentang kerukunan umat beragama dalam perspektif agama Khonghucu pada orientasi Forum Kerukunan Umat beragama bagi aparatuir pemerintah di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Riau, Rabu 14 April 2010 bertempat di hotel Sri Indaryani Pekanbaru. Ia menuturkan bahwa, umat khonghucu dalam menjaga kerukunan umat beragama selalu mempraktekkan tiga Ren (cinta kasih). Ren berpokok pada laku bakti yaitu pada orang tua, pada sesama, pada lingkungan, pada negara, pada tuhan yang maha esa dan kerendahan hati untuk memerlakukan sesama mahkuluk tuhan di alam semesta. Adapun tiga hal yang dimaksud adalah pertama, tidak melakukan yang tidak ingin orang lain sepantasnya dilakukan, kedua, karena ingin maju, kita memajukan orang lain, karena ingin tegak, menegakkan orang lain. Dan ketiga yaitu memperlakukan orang lain dengan contoh yang dekat (diri sendiri). (js)