0 menit baca 0 %

Umat Hindu Riau Lakukan Melasti

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi tahun Saka 1935, umat Hindu melakukan serangkaian ibadah/ritual sebelum jatuhnya Hari Raya Nyepi tersebut pada Selasa 13 Maret 2013, adapun rangkaian ibadah dalam rangka menyambut Nyepi menurut panitia, Nengah Sujati S.Ag, yang didampingi ol...
Pekanbaru (Humas) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi tahun Saka 1935, umat Hindu melakukan serangkaian ibadah/ritual sebelum jatuhnya Hari Raya Nyepi tersebut pada Selasa 13 Maret 2013, adapun rangkaian ibadah dalam rangka menyambut Nyepi menurut panitia, Nengah Sujati S.Ag, yang didampingi oleh Kawit S.Ag disela acara Melasti (10/3) yang bertempat di Danau Buatan, Rumbai, Pekanbaru menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi tahun ini kita mengadakan beberapa rangkaian acara ritual, pada hari ini kita mengadakan acara Melasti, besok (Senen-red) kita mengadakan Tawur Geni dengan mengarak ogoh-ogoh di sekitar Pure (Rumah Ibadah Umat Hindu) dan pada hari selasa baru kita melaksanakan Nyepi. Prosesi Melasti dalam ajaran Agama Hindu mempunyai makna yang sangat dalam, Melasti tujuannya adalah untuk membersihkan alam lingkungan serta manusia dari pengaruh jahat dengan melakukan suatu upacara pemujaan kepada tuhan, bagi kita umat Hindu yang ada di Ibu Kota Provinsi Riau melaksanakan ritual Melasti di Danau Buatan, acara Melasti hari ini di hadiri oleh umat Hindu yang ada di Pekanbaru dan sekitarnya serta perwakilan umat Hindu Kab/Kota se-Provinsi Riau yang mereka bisa menjangkau Kota Pekanbaru seperti Siak, Dumai, Rohil dan Inhu, sementara bagi mereka yang berada di daerah yang sangat jauh seperti Pulau Burung, Inhil mereka melaksanakan Melasti di daerah mereka sendiri, namun Melasti ini wajib dilaksanakan sebelum Hari Raya Nyepi, ungkap Kawit. "Pelaksanaan Melasti ini adalah untuk memanjatkan doa/mantera dan pujian kepada Tuhan yang dipandu oleh beberapa orang Pandita atau Pemangku, pada hari ini kita dipandu oleh 6 orang Pandita, diantaranya I Wayan Sutama dan Nyoman Suprapta dalam rangka memebrsihkan Alam lingkungan dan manusia dari gannguan berbagai kejahatan dan juga doa/mantera untuk keselamatan bagi manusia, bapak Pandita membaca doa atau mantera puji-pujian yang di sertai dengan sesajian yang telah disiapkan dalam persembahyangan, akan tetapi adakalanya mantera yang diucapkan oleh Pendita/Pemangku hanya mereka yang mengerti sebagai seorang Pandita yang berhubungan langsung dengan para Dewa, tapi adakalanya mantera atau doa tertentu yang harus diikuti oleh para jemaat/peserta Melasti, tujuan doa/mantera tersebut adalah ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas suksesnya penjagaan alam semesta serta mendoakan keselamatan, hal tersebut sudah ada tuntunannya dalam Agama Hindu," Pungkas Nengah Sujati S.Ag yang juga menjabat Pembimas Hindu, Kanwil Kemenag Provinsi Riau mengakhiri pembicaraan.(AZ)