Riau (Inmas)- Seiring
dengan derasnya tantangan global, sumber daya manusia harus terus ditingkatkan.
Hal ini pun berdampak pada dunia pendidikan. Untuk itu keikhlasan dan
keprofesional guru dalam mengajar menjadi tuntutan utama.
Hal tersebut ditegaskan Kepala MTsN 3 Pekanbaru, Darusman M Pd beberapa waktu lalu usai memperingati Hari Guru Nasional ke 73 Tahun 2018 di lingkungan MTsN 3 Pekanbaru yang diwarnai dengan berbagai kegiatan, seperti lomba memasak bagi guru pria dan bertukar kado antara guru- guru.
โDengan HGN Tahun 2018 harapan kita kedepan sesuai dengan tuntutan saat
ini, tingkat keikhlasan guru-guru kita dalam
mengajar itu lebih ditingkatkan lagi karena ujung tombak pendidikan kita saat ini adalah
ikhlasan dan ketauladanan. Apabila seorang
guru itu ikhlas dan bisa menjadi tauladan dalam membentuk karakter anak, maka mutu
pendidikan kita akan lebih bagus,โ ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Kasih Kurukulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau, H Rahmat Suhaidi, MA bahwa guru sebagai ujung tombak yang menentukan arah
pendidikan anak bangsa dituntut untuk terus mengembangkan diri dalam berbagai
hal.
โSejatinya guru
dalam melaksanakan tugas pokoknya yaitu sebagai pendidik pengajar, pembimbing,
pengarah, pelatih, penilai dan juga pengevaluasi maka ini betul-betul melaksanakan
tugasnya secara cermat dan baik. Untuk itu, kedepan guru juga harus melengkapi
dirinya itu dengan penguasaan teknologi informasi. Kenapa demikian? Karena sebuah
keniscayaan pada zaman sekarang ini teknologi informasi itu adalah suatu hal
yang tidak dapat tidak. Anak-anak kita sudah bisa mengakses informasi
pengetahuan ilmu dari teknologi itu. Maka guru harus memainkan perannya disini
supaya bisa memberikan pengarahan dan juga membimbing anak-anak kita,โ harapnya.
Ia menambahkan, guru
yang tidak bisa memanfaatkan teknologi maka kompetensinya kurang. Padahal guru harus mewujudkan anaknya yang memiliki 4C
untuk menentukan kesuksesan gerenarasi milineal ini, yang pertama critical thinking, creativitas, comunicative,
dan colaborative.
โGuru harus mampu memberikan bimbingan
kearah terwujudnya 4C ini. Karena kesuksesan generasi yang akan datang ditentukan
oleh 4 aspek ini. Kemudian yang paling utama dari semua itu adalah pembentukan
karakter peserta didik. Pendidikan karakter itu merupakan kebutuhan yang sangat
nyata pada hari ini. Begitu banyaknya berbagai macam kejadian-kejadian di
lingkungan social kita, ternyata ujung-ujungnya adalah bagaimana tentang
karakter anak tersebut. Maka kita sebagai guru terutama yang ada di Madrasah
ini, memperhatikan pendidikan karakter itu. Baik itu karakter yang berkaitan
dengan keislaman ataupun karakter yang berkaitan dengan kinerja dan
prestasinya,โ pungkasnya. (mus/belen/anto/ady)