Meranti (Inmas)- Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer atau UAMBN BK merupakan suatu sistem pelaksanaan Ujian Akhir bagi Madrasah dengan menggunakan media komputer.
Artinya pihak Madrasah harus memfasilitasi siswa dalam melaksanakan ujian tersebut. Namun hal itu tidak harus menjadikan madrasah yang belum mampu memberikan fasilitas kepada siswanya untuk tidak melaksanakan ujian.Â
Oleh karena itu pihak madrasah bisa bekerjasama dengan beberapa madrasah yang sudah memiliki laboratorium komputer disekitarnya untuk melaksanakan ujian tersebut.
Hal tersebut juga dialami sebagian madrasah di Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana dalam pelaksanaan UAMBN BK TP- 2019/2020.
Dari 18 Madrasah Aliyah di Kabupaten Kepulauan Meranti, 14 Madrasah melaksanakan UAMBN BK secara Mandiri dengan jumlah peserta 544 siswa, dan dari 35 MTs di Meranti 22 MTs yang Laksanakan UAMBN BK secara mandiri dengan jumlah peserta 1242 siswa.
Namun hal itu tidak menyurutkan semangat siswa dan pihak Madrasah untuk mensukseskan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional – Berbasis Komputer. (03/04)
Terbukti dari pemantauan atau hasil monitoring yang dilakukan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo diamana ujian yang diikuti oleh sebanyak 155 siswa dihari kedua pelaksanaan UAMBN BK terpantau berjalan dengan lancar.
Sejauh ini Madrasah yang memang belum bisa menyelenggarakan UAMBN BK secara mandiri lantaran belum tersedianya perangkat atau laboratorium komputer dan jaringan internet yang memadai.
Melihat kondisi yang ada di Kepulauan Meranti ,H. Efendi.S.Ag.M.M selaku Kasi Pendis Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti angkat bicara mengenai hal ini.
H.Efendi sangat memahami keadaan memberikan motivasi dan himbauan kepada seluruh pihak untuk berpatisipasi membatu Madrasah, agar mampu memiliki fasilitas labor dan jaringan internet memfasilitasi siswanya dengan baik dan tahun berikutnya sudah bisa melaksanakan ujian secara mandiri.
"Anak didik kita adalah tanggung jawab kita, jangan sampai kita memiliki sebagian kesalahan dari masa depan mereka. kita harus mampu menunjang potensi mereka baik dari fasilitas yang memadai ataupun pendidik yang berkompeten di bidangnya" jelas beliau.
"Saya juga menghimbau Kepada seluruh pihak agar mampu memberikan bantuan kepada pihak Madrasah agar mampu mengupayakan fasilitas yang dibutuhkan siswa, agar tahun depan penyelenggaraan ujian bisa mandiri di sekolah, tidak numpang lagi. Dan ini mendesak harus dilakukan agar madrasah bisa lebih baik kedepannya. Madrasah bisa, Bisa Madrasah.” tukas H.Efendi. (Tim Inmas)