0 menit baca 0 %

UAMBN Barometer Keberhasilan Penerapan Mapel Agama Di Madrasah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas). Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai tanggal 14 s/d 16 April 2016, begitu juga di Provinsi Riau yang memiliki 18 Madrasah Aliyah Negeri (MAN-red) dan 244 Madrasah Aliyah Swasta (MAS...

Pekanbaru (Inmas). Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai tanggal 14 s/d 16 April 2016, begitu juga di Provinsi Riau yang memiliki 18 Madrasah Aliyah Negeri (MAN-red) dan 244 Madrasah Aliyah Swasta (MAS-red) yang tersebar pada 12 kabupaten/kota se-Prov.Riau.

Pgs.Ka.Kanwil Kemenag Riau Drs.H.Mahyudin MA bersama dengan Dr.Basnang Said, Kasi Kurikulum MTs, Subdit Kurikulum dan Evaluasi, Dir. Penmad, Dirjen Pendis Kemenag RI didampingi Drs. H. Kamaruddin Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau beserta Drs.H.Muliardi,M.Pd Kepala MAN 1 Pekanbaru saat monitoring pelaksanaan UAMBN di MAN 2 Model dan MAN 1 Pekanbaru pada Senen (14/03) bertempat di MAN 1 Jl. Bandeng Pekanbaru.

Disela penijauan, Pgs. Ka.Kanwil kepada Humas menyampaikan bahwa ujian (UAMBN) yang dilakukan selama 3 hari ini merupakan program nasional secara serentak dari Dir. Penmad Dirjen Pendis Kemenag RI, yang melaksanakan ujian kali ini hanya siswa kelas XI (3) MA setingkat SMA/SMK, MA yang berada dibawah Kementerian Agama mempunyai kurikulum penerapan pembelajaran mapel agama yang berbeda dengan SMA/SMK, oleh sebab itu UAMBN termasuk salah satu barometer keberhasilan mapel agama yang diajarkan dimadrasah terutama pelajaran Akidah Akhlak, berkenaan dengan kejujuran yang mana sesuai tema UAMBN tahun ini yaitu “ Mewujudkan Siswa Madrasah Jujur, Berprestasi dan Bermartabat” sukses ujian tanpa nyontek atau kerja sama, mari kita semua jujur, mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan sampai siswa bahkan kita semua harus membiasakan dan membudayakan kejujuran, kejujuran merupakan akhlak Rasulullah yang wajib kita teladani dan terapkan dalam kehidupan, papar Ka.Kanwil.

Menambah pernyataan Ka.Kanwil, Dr.Basnang Said kepada Humas menyampaikan bahwa kita di madrasah berupaya bagaimana mencetak generasi Islam yang betul-betul mampu mengamalkan Islam dalam perilaku sehari-hari, hal ini menjadi pokok pikiran bagi petinggi-petinggi di Dirjen Pendis, pak Direktur Penma Prof.Dr.Phil.H. Nurcholis Setiawan MA dan Dirjen Pendis Prof.Dr.Phil.H.Kamaruddin Amin MA beserta jajarannya berupaya bagaimana siswa madrasah nantinya mampu mengamalkan ajaran Islam secara benar dan kaffah, kita khawatir dengan perkembangan yang terlalu bebas pada saat ini, terutama dengan perkembangan mazhab dan faham yang masuk ke negeri ini, Al-Qur’an disamping harus kita hafal yang paling penting adalah memahami kandungannya, bagaimana memahami kandungannya? Jalannya yaitu dengan belajar kepada lembaga yang tepat yaitu madrasah dan pondok pesantren, bukan belajar pada internet dan buku-buku yang tidak jelas dasar dan landasannya, inilah yang sedang berkembang di Indonesia saat ini sehingga mereka mengkafirkan dan menjustice golongan Islam yang berbeda dengan mereka, inilah tugas berat kita meluruskan hal ini, tambah Basnang memaparkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN 1 Pekanbaru menyampaikan bahwa siswa peserta ujian (UAMBN) tahun ini sejumlah 293 siswa terdiri dari jurusan Agama, jurusan IPA dan jurusan IPS, insya Allah di MAN 1 seluruh civitas akademika akan melaksanakan apa yang di harapkan oleh pak Ka.Kanwil dan bapak dari Dir.Penmad Dirjen Pendis Kemenag RI terutama tentang kejujuran, kita sudah tanamkan kepada peserta didik aflikasi dari pendidikan agama melalui kediatan-kegiatan keagaan yang sudah tersusun, kemandirian siswa juga sudah kita pupuk melalui kepercayaan diri dan prestasi yang bermartabat, semoga siswa MAN 1 bisa menjadi siswa yang diharapkan bangsa, harap Muliardi.

Menurut laporan dari Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau bahwa UAMBN mengujikan 5 mata pelajaran yang menjadi pelajaran pembentuk karakter siswa, yaitu; Akidah Akhlak, Qur’an Hadits, Fiqih, SKI dan Bahasa Arab, kita berharap dengan pelajaran agama tersebut mampu membentuk perilaku siswa yang Islami dan mengamalkan ajaran Islam yang benar, pungkas Kamarudin.(AZ)