0 menit baca 0 %

Tutup Workshop di Riau, Muhammadiyah Amin Harapkan Dukungan Media Syiarkan Budaya Islam

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kondisi budaya bernuansi Islami di Indonesia semakin terkikis, untuk itu Kementerian Agama sangat mengharapkan dukungan media dalam mensosialisasikan segala bentuk budaya Islami yang ada. Melalui media diyakini, seni budaya Islam akan kembali bangkit di Indonesia.Hal tersebut diungkapk...

Riau (Inmas)- Kondisi budaya bernuansi Islami di Indonesia semakin terkikis, untuk itu Kementerian Agama sangat mengharapkan dukungan media dalam mensosialisasikan segala bentuk budaya Islami yang ada. Melalui media diyakini, seni budaya Islam akan kembali bangkit di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Bimas Islam Kemenag) Prof Dr Muhammadiyah Amin M Ag, Sabtu (25/5/2019) saat menutup kegiatan Workshop Peran Media Terhadap Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam di di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

“Ini merupakan program Kasubdit Seni Budaya Islam Ditjen Bimas Islam, kegiatan ini mengharapkan peran media dalam mensosialisasikan budaya terkait keagamaan. Karena media merupakan alat komunikasi yang sangat efektif dalam menyampaikan dan mensosialisasikan seni budaya ini. Penggiat seni biasa- biasa saja akan terangkat melalui informasi media sehingga banyak diketahui masyarakat umum. Untuk itu, semua hal- hal yang terkait dengan pengembangan seni budaya didukung media, apalagi Kemenag RI telah membentuk Lembaga Pengembangan Seni Budaya Islam di Indonesia yang bisa menanguni semua bentuk- bentuk seni budaya yang ada di Indonesia, khususnya seni budaya keislaman,” harapnya.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Drs H Tarmizi MA, menambahkan, Workshop Peran Media Terhadap Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam merupakan salah satu upaya Kemenag RI untuk membangkitkan kembali budaya Islami di Indonesia, khususnya mengenalkan budaya- budaya tersebut kepada generasi muda saat ini.

“Banyak program yang kita lakukan untuk mebangkitkan budaya Islami di Indonesia, diantaranya lomba pembuatan film pendek tentang situs- situs peninggalan Islam. Dan alhamdulillah antusias peserta sangat besar mencapai 2 ribu peserta. Kita juga telah melatih anak muda kita untuk membuat film pendek dan kedepan akan kita lombakan lagi film pendek moderasi beragama. Sehingga rasa cinta ana- anak muda bisa tumbuh terhadap seni budaya Islami yang cukup banyak di Indonesia,” ucap Tarmizi.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, usai memberikan materi pada kegiatan Worshop menyebutkan, Kemenag Riau dalam penggunaan media sebagai sarana komunikasi ke masyarakat sangat didukung penuh. Karena melalui media yang ada informasi apapun akan tersampaikan secara cepat. Dan Kemenag Riau telah meneken MoU dengan beberapa media di Riau, seperti Pekanbaru Pos, Riau Televisi dan beberapa media lainnya.

“Dengan kegiatan ini tentu kita sangat berharap awak media di Riau, termasuk pengelola media Kemenag dan Penyuluh dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi keagamaan di Riau. Termasuk informasi seni agama, penyiaran agama dan lainnya. Sehingga gaung Kemenag khususnya dalam penyiaran agama dan seni keagamaan semakin terlihat di masyarakat,” pungkasnya. (mus/adi/ana/eka)