Riau (Inmas)- Kementerian Agama (Kemenag) mempunyai peran yang
sangat penting dalam kehidupan manusia, sesuai dengan fungsinya, fungsi
keagamaan dan fungsi pendidikan. Terkait dengan kondisi latar belakang Provinsi Riau yang
kental dengan budaya melayu dan agamis, maka Provinsi Riau harus mendapatkan perhatian prioritas secara nasional untuk sektor pembangunan pendidikan dan keagamaan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr TB Ace Hasan Syandzily di dampingi Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (5/4/2018) usai menutup Rapat Kerja Kanwil Kemenag Riau Tahun 2018.
Apalagi menurut Ace Hasan, Riau merupakan salah satu Provinsi yang sangat penting di Indonesia
yang berlatar belakang agamis, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus untuk melahirkan satu suasana yang agamis, harmonis, dan
terjaga serta terpeliharanya system kehidupan manusia masyarakat yang agamis dan Provinsi Riau harus mendapatkan prioritas secara
nasional.
“Saya berharap
bahwa dengan kegiatan Rapat Kerja Kanwil Kemenag Rrovinsi Riau bisa semakin menyolidkan etos kerja semua stekeholder Kementerian Agama di Provinsi Riau. Kemenag Riau ini menjadi tulang punggung bagi terwujudnya
masyarakat yang agamis, dan saya berharap agar
pendidikan keagamaan Islam di
provinsi Riau ini
betul-betul bisa menjadi acuan secara nasional karena kita tahu bahwa sebagai suatu daerah yang secara
agama kuat maka seharusnya memang di pelihara tradisi keagamaannya,” ungkapnya.
Untuk itu, dibawah
kepemimpinan Kakanwil Drs H Ahmad Supardi MA dapat memberikan kepemimpinan yang
lebih maju, dapat mencipatakan masyarakat Riau yang lebih agamis, lebih harmonis, tidak ada konflik
antar umat beragama yang pada akhirnya masyarakatnya bisa berakhlakul karimah karena tujuan utama dari Kementerian Agama menjadi pilar moral bagi bangsa.
“Saya sebagai pimpinan komisi VIII setelah mendengarkan secara sekilas apa yang menjadi aspirasi dari kemenag provinsi riau ini akan segera kita perjuangkan terutama saya kira bagaimana mewujudkan masyarakat Riau yang lebih agamis terutama dalam aspek pendidikan harus betul- betul menjadi tulang punggung untuk masyarakat Riau,” jelasnya.
Terkait dengan keinginan Riau memiliki embarkasi haji, Ace
Hasan, mengungkapkan dukungan penuhnya. Untuk itu Pemprov Riau bersama Kemenag
hendaknya segara memenuhi persyaratan sebagai embarkasi, termasuk pemenuhan
sarana dan prasarana yang memadai.
“Tentu kita
sangat mendukung, tetapi bukan tentang embarkasi nya tetapi seperti asrama
hajinya karena itu kan sebenarnya menjadi kebutuhan utama. Kami tentu akan memberikan dukungan sepenuhnya jika memang
secara resmi Kementerian Agama Provinsi Riau mengajukan untuk di bangun atau di tingkatkan
statusnya bandara ini untuk keberangkatan haji,” ungkapnya.
Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, mengatakan, kehadiran
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI pada Raker Kanwil Kemenag Riau merupakan spirit
baru bagi Kemenag untuk menjalankan program- program sesuai tugas dan fungsi. Dan berharap, Komisi VIII DPR RI bisa
memberikan kontribusi positif untuk peningkatan anggaran di Kementerian Agama
Provinsi Riau.
“Pertama-tama
saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan komisi VIII yang
sejarah pelaksanaan Rapat Kerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sejak berdiri sampai sekarang. Biasanya DPRD Riau, tetapi khusus kali
ini datang dari DPR RI ini sesuatu yang luar biasa tentunya bagi keluarga besar Kanwil Kemenag Riau secara khusus dan bagi masyarakat Provinsi Riau secara umum,” ungkapnya.
Selain itu, kata mantan Kakankemenag Rohul ini, dari hasil
Raker 2018 telah tersusun beberapa program yang
harus kita laksanakan baik pada tahun 2018 maupun 2019. “Saya berharap kalau tahun 2018
anggarannya kan sudah selesai tapi untuk tahun 2019 anggarannya masih dalam
proses. Saya berharap Pak Ace dari komisi VIII tentu bisa
memberikan kontribusi yang positif untuk bisa melaksanakan anggaran-anggaran yang
kita usulkan nanti kedepan,” harapnya. (mus/belen/faj/aulia)