0 menit baca 0 %

Tutup MSLC II, Drs. H. Muharom: Jadikan Ilmu Panduan Untuk Beramal

Ringkasan: Siak (Inmas) Adik-adik MTs/SMP, MA/SMA dan SMK yang mengikuti kompetisi ini, kami berharap agar hendaklah setiap ilmu yang didapat dibarengi dengan akhlaq dan etika yang baik. Ketika seseorang itu berilmu tetapi tidak baik akhlaqnya, maka orang-orang akan melihat kita sebagai orang sombong.

Siak (Inmas) – “Adik-adik MTs/SMP, MA/SMA dan SMK yang mengikuti kompetisi ini, kami berharap agar hendaklah setiap ilmu yang didapat dibarengi dengan akhlaq dan etika yang baik. Ketika seseorang itu berilmu tetapi tidak baik akhlaqnya, maka orang-orang akan melihat kita sebagai orang sombong. Sebaliknya, jika akhlaq kita bagus, tetapi tidak berilmu, maka kita akan bingung dalam mengejar kebaikan di dunia ini. Oleh sebab itu, semua nilai baik ini dimulai dari “bahasa”, karena dari bahasa kemudian prilaku itulah kita dinilai orang”, pesan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom saat memberikan sambutan dalam penutupan kegiatan MAN Siak Language Competition (MSLC) II Tahun 2018.

Lebih jauh, harapan lainnya adalah, tema “Bahasa Jiwa Bangsa” bermaksud bahwa bahasa sebagai milik mutlak sesuatu bangsa yang menjadi identiti kebangsaan. Sesungguhnya bahasa itu menunjukkan jati diri sesuatu bangsa. Bahasa melambangkan bagaimana sesuatu bangsa itu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, perpaduan untuk saling memahami dan bahasa itu digunakan sebagai bahasa ilmu sesuatu bangsa. Kekuatan bahasa itu juga menunjukkan kuatnya sesuatu bangsa.

Sebelumnya, kegiatan MSLC II ini diselenggarakan dalam rangka peringatan bulan bahasa oleh MAN 1 Siak. Hadir dalam pembukaan acara tersebut, Drs. H. Nursya selaku Kepala Subbag TU Kankemenag Siak, Pengawas Madrasah, Drs. H. Muhammad Rifa’i, Unsur Pihak Kecamatan, Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, UPTD Pendidikan Kecamatan Siak, Para Kepala Sekolah dan undangan lainnya. (Hd)