Pekanbaru
(Inmas).Berjabat tangan menjadi moment awal pertemuan KKG Guru Agama Katolik
se- Kota Pekanbaru menyambut Tahun 2018. Pertemuan yang dihadiri oleh
Pembimbing Masyarakat Katolik bertempat di Ruang rapat bawah gereja Santa
Maria, Jln. Ahmad Yani N0.48 Pekanbaru, Kamis 25 Januari 2018.
Mestin
Limbong,S.Ag selaku ketua KKG Pekanbaru membuka acara yang diawali dengan doa
dan penerimaan 700 Examplar buku referensi Agama Katolik yang menjadi aset KKG.
Selaku
Moderator, Mestin Limbong berharap kita mantapkan kerjasama diantara Guru Agama
Katolik agar mampu memperkokoh Pelayanan kita di Masyarakat,bangsa dan Negara kita.
Terima kasih kepada Bimas Katolik yang sudah memberikan buku sebagai Inventaris
dan Pegangan kami Guru agama Katolik, paparnya mengakhiri.
“
Salam kasih, buat saudaraku semua “ ucap Gea mengawali sambutannya. Saling mengingatkan
merupakan bukti dari kasih yang telah diajarkan kepada kita. Lebih lanjut Gea menyampaikan
KKG harus mampu memberikan layanan terbaik buat para Guru, terkhusus untuk
pembuatan Soal USBN 30 % diakomodir oleh Dirjen Bimas Katolik dan 70 % nya lagi
diserahkan pada KKG dan MGMP Katolik.
“ Profesionalitas” yang melekat pada guru agama Katolik harus bisa dipertanggung jawabkan dengan melengkapi semua persyaratan dan perangkat Pembelajaran yang nantinya dilaporkan ke Dirjen Bimas Katolik. Lebih lanjut gea menambahkan bahwasanya segala jenis bantuan dan Honor Penyuluh Agama Katolik sepenuhnya sudah diserahkan Kerawil Riau untuk bisa mendayagunakan sebaik mungkin guna mampu menciptakan masyarakat seratus persen Katolik. Gea juga berpesan penertiban administrasi juga harus dibenahi dari sekarang mengingat dikeluarkannya Surat Edaran oleh Menteri agama mengenai Registrasi gereja Katolik.
Acara yang diikuti oleh 21
Orang Guru agama Katolik se- kota Pekanbaru diakhiri Oleh Arni Manullang,S.Ag selaku
Pengawas guru Agama Katolik Pekanbaru dengan tetap komit melakukan layanan sosial serta menjalankan Tupoksinya sebagai guru Profesional.(Belen/Ciska)