Riau (Inmas) - Minat pejabat struktural, pengawas dan pegawai administrasi kepenghuluan akan jabatan fungsional penghulu cukup tinggi. Selama dua hari, terhitung kemarin Jum'at, 1 Juni 2018, 38 peserta berjuang mengikuti test uji kompetensi Jabatan Fungsional Penghulu Provinsi Riau di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru hingga hari ini.
Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah H Irhas menyebut, meningkatnya animo para pegawai struktural akan jabatan fungsional penghulu, salah satunya dikarenakan jabatan penghulu memiliki daya tarik sendiri ketimbang jabatan struktural. Selain jenjang kepangkatan yang bisa menembus hingga golongan IV- e, jabatan ini justru memiliki tantangan lebih kepada mengembangkan diri dengan keahlian, fungsi dan profesionalitas yang dimiliki pegawai.
"Termasuk saya saat ini, secara pribadi tertarik mengikuti uji kompetensi jabatan ini karena masih ingin mendedikasikan diri dan kontribusi pemikiran untuk kemaslahatan umat", ucapnya sembari tertawa kecil.
"Jika ilmu dan kesehatan saya saat ini masih bisa dibaktikan untuk lembaga yang saya cintai ini, kenapa tak dicoba", terangnya. Apalagi saya sudah menekuni bidang ini sejak awal bergabung di Kemenag pada Tahun 1994, lebih khusus lagi di bidang kepenghuluan ini, imbuh Irhas.
Pejabat yang pernah mengecap sebagai Kepala KUA selama 10 tahun ini, menilai penghulu yang berada dilevel terdepan untuk mengabdi pada masyarakat dituntut harus punya kinerja dan kualitas mumpuni. "Tingginya angka perceraian dari tahun ke tahun, harus menjadi lecutan bagi penghulu untuk bisa meningkatkan kualitas dan memahami kebutuhan psikologis masyarakat terhadap bimbingan pra nikah", ungkapnya.
"Sudah saatnya penghulu melek informasi, perkaya wawasan dan menjunjung tinggi nilai keutamaan syari'at manakala membekali catin sebelum memasuki gerbang rumah tangga", lanjut Irhas.
Menurut mantan Kasi Kepenghuluan ini, upaya pemerintah melalui Kemenag saat ini dalam 11 program direktif Menag adalah cross program yang patut kita tindaklanjuti dan dukung sepenuhnya. "Berkah (Belajar rahasia nikah) merupakan cross program yang ditujukan pada tugas jabatan fungsional penghulu", ucapnya.
"Maka tak salah jika saat ini Kemenag pusat tengah berupaya keras untuk menggodok dan menggolkan jabatan fungsional penghulu ke jenjang kepangkatan tertinggi hingga mencapai IV-e pada posisi Pembina utama Madya", ungkapnya.
Kendati saat ini jabatan penghulu baru berada pada jenjang IV-c untuk pangkat tertinggi, penghulu harus terus mempertahankan kompetensi yang ada dan mengasah diri. "Ini sebuah peluang sekaligus tantangan yang harus disadari oleh penghulu zaman ini", tandas Irhas.
Ia menambahkan, dengan adanya penghargaan pemerintah terhadap pegawai pada jabatan fungsional menggunakan sistem grade yang tinggi, mustinya diimbangi dengan kinerja yang semakin membaik. Bahkan jika mampu mengembangkan diri secara profesional, pejabat fungsional penghulu bisa menyamai grade eselon II.
"Gaji dan tunjangan kinerja naik, tentu kesejahteraan membaik, namun harus di ingat yang dulunya kurang disiplin, sekarang harus disiplin",ujarnya. "Pegawai Kemenag harus punya integritas, jangan terlena dengan besaran jumlah gaji dan tukinnya saja, harus seimbang antara hak dan kewajiban",tegasnya menutup bincang.(vera)